Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menyesalkan aksi massa berbaju hitam yang melakukan vandalisme terhadap sejumlah mobil dengan cat semprot di Kota Bandung saat peringatan Hari Buruh atau May Day 2019.

"Ternyata laporan yang saya terima, yang melakukan hal-hal melanggar ketertiban,  bukan buruh, karena ada juga mobil buruh yang terkena aksi vandalisme tersebut. Saya sangat menyesalkan," kata Ridwan Kamil atau  Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate Bandung, Kamis.

Ia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian dan saat ini Polrestabes Bandung telah mengamankan remaja berbaju hitam yang melakukan aksi vandalisme saat peringatan May Day di Kota Bandung.

"Saya dengar kabar bahwa polisi sudah menangkap ratusan anak-anak yang dari klasifikasinya ternyata masih ada yang pelajar SMP, SMA, yang menurut pandangan saya mungkin hanya ikut-ikutan.Tapi, mau ikut-ikutaan atau tidak, setiap tindakan ada konsekuensinya," kata dia.

Menurut dia, pemerintah tidak pernah melarang bentuk ekspresi apapun dari kelompok massa atau kumpulan orang selama tidak melanggar aturan yang ada.

Negara ini memberi jaminan kebebasan untuk berpendapat termasuk berunjuk rasa menyampaikan pendapat.  Saya rasa tidak ada masalah dari sisi itu, katanya.

"Akan tetapi, pada saat dia melanggar, risiko menjadi sebuah konsekuensi. Hal ini menjadi pelajaran bahwa  di negara Indonesia ini kebebasan itu ada tata caranya, tidak sebebas-bebasnya," kata Emil.

Ia mengatakan peringatan Hari Buruh di Jawa Barat pada Rabu secara umum berlangsung lancar.

"Hari Buruh kemarin secara umum, yang dilakukan oleh buruh, berlangsung dengan lancar dan wajar. Saya sendiri hadir bersama buruh di acara menyampaikan ikhtiar-ikhtiar ke pemerintah," kata dia.

Sebelumnya ratusan orang dari kelompok yang tidak dikenal diamankan polisi karena diduga melakukan vandalisme  terhadap sejumlah fasilitas publik, di sela-sela peringatan Hari Buruh di Kota Bandung, Rabu (1/5).

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menyatakan kelompok tersebut terdiri atas pelajar dan mahasiswa. Menurutnya ada informasi dari warga, massa tersebut melakukan aksi vandalisme kepada sejumlah mobil dengan cat semprot.

"Ada yang menggunakan pylox ke mobil-mobil buruh, sehingga kita mengambil tindakan agar tidak terjadi konflik sosial antara kelompok ini dengan buruh," kata Irman.

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019