PT Magfood Amazy Internasional menggelar Kelas Entrepreneurship (kewirausahaan) pada karyawan PLN yang memasuki masa purnabakti 2026 dengan membekali  keahlian bisnis makanan (kuliner).

Program berskala nasional yang berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini diselenggarakan di tujuh kelas yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia. Wilayah tersebut mencakup Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Suralaya, Bogor, Pandaan, Banjarbaru, hingga Tuntungan.

CEO dan  Founder PT Magfood Inovasi Pangan, Yanti Melianty Isa dalam keterangannya di Tangerang Senin,  menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret bagi para pensiunan yang memiliki modal dan semangat, namun belum mempunyai pengetahuan teknis di sektor kuliner.

"Kami percaya bahwa masa purnabakti adalah awal dari babak baru yang penuh peluang, bukan akhir dari produktivitas. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap peserta pulang dengan keyakinan bahwa mereka mampu membangun usaha yang nyata dan berkelanjutan," ujar dia.

Baca juga: Baznas Kota Tangerang buka pelatihan vokasi sekuriti bagi mustahik

Pelatihan intensif dilaksanakan selama empat hari untuk setiap angkatan, kemudian dilanjutkan dengan program pendampingan (mentoring) selama enam bulan. Terdapat dua fokus utama dalam pelatihan ini, yakni Kelas Frozen Food (Makanan Beku) dan Kelas Bakery (Toko Roti).

Pada Kelas Makanan Beku, para peserta mempelajari teknik produksi higienis, standar keamanan pangan, pengemasan, pelabelan, penanganan produk, hingga strategi pemasaran digital. Sementara itu, Kelas Toko Roti membekali peserta dengan teknik dasar pembuatan roti manis, pai, tart buah, dan kue, serta perencanaan bisnis dan strategi merek (branding).

Selain menerima materi teori dan praktik di dalam kelas, para peserta mengikuti kunjungan industri pada hari keempat. Agenda ini dirancang untuk memberikan dimensi pembelajaran yang nyata dengan melihat langsung standardisasi fasilitas produksi, sistem cold chain (rantai dingin), manajemen bahan baku, hingga strategi penjualan di lapangan.

"Kami ingin peserta pulang bukan hanya dengan ilmu di kepala, tapi dengan gambaran yang jelas tentang seperti apa bisnis mereka kelak. Kunjungan industri adalah cara terbaik untuk membuat mimpi itu terasa nyata dan bisa diraih," kata Yanti menambahkan.

Baca juga: Wagub Dimyati minta APJI beri pelatihan boga pengelola dapur MBG

Pewarta: Achmad Irfan

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026