Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, memperkuat intervensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di 60 desa yang tercatat masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS).

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Selasa, menegaskan bahwa penuntasan masalah sanitasi di puluhan desa tersebut menjadi prioritas utama guna mengejar target zero BABS sebelum masa jabatannya berakhir.  

"Saat ini masih ada kurang lebih 60 desa yang masyarakatnya melakukan BABS. Tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah akan terus mengintervensi agar mereka menerapkan PHBS," ujar Zakiyah.

Baca juga: Pemkab Serang gelar pelatihan olah ikan bagi penyandang disabilitas

Bupati menjelaskan, meski kesadaran masyarakat untuk tidak BABS secara umum melonjak dari 20 persen menjadi 80 persen dalam dua tahun terakhir, sisa tantangan di 60 desa tersebut harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektoral.

Mengingat kondisi fiskal daerah yang terbatas pada tahun 2026, Pemkab Serang akan menggandeng sektor swasta melalui penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Dana tersebut akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur Mandi Cuci Kakus (MCK) dan jamban keluarga di rumah warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.

"Kami akan berkolaborasi dengan para pengusaha untuk intervensi membangun jamban yang belum ada. Ini upaya kita agar masyarakat tidak lagi buang air sembarangan," ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Serang luncurkan perizinan keliling percepat NIB pedagang pasar

Hingga saat ini, baru 15 dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang yang telah mendapatkan penghargaan bebas BABS. Bupati meminta para camat, kepala desa, hingga tingkat RT/RW untuk lebih masif melakukan sosialisasi karena praktik BABS berdampak buruk pada kesehatan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, menambahkan bahwa meskipun membangun fasilitas sanitasi memerlukan biaya yang tidak sedikit, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

"Dulu hanya 20 persen masyarakat yang menerapkan PHBS, tahun ini naik jadi 80 persen. Ini luar biasa. Masyarakat sebenarnya bisa berubah dan berpikir lebih modern, tinggal bagaimana dukungan infrastruktur dari pemerintah dan swasta terus berjalan," kata Efrizal.

Baca juga: Pemkab Serang masifkan sosialisasi jalur resmi guna lindungi PMI

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026