Debindo ITE selaku penyelenggara Indobuildtech Expo 2019 menargetkan pengunjung mencapai 58 ribu orang, naik dibandingkan penyelenggaraan tahun 2018 dengan jumlah pengunjung 53.000 orang.

"Tema establishing architecture 4.0 diharapkan lebih mengundang lebih banyak pengunjung," kata General Manager Debindo ITE, Raditia Zafir Ahmad di sela-sela penyelenggaraan pameran, Kamis.

Menurut Raditia dalam pameran ini dihadirkan teknologi arsitektur terkini seperti aplikasi virtual reality dan augmented reality yangmemungkinkan desain bangunan dibuat menjadi tiga dimensi sehingga seolah-olah penggunannya berada di dalam bangunan yang sudah jadi.

Kemudian juga dihadirkan teknologi printing tiga dimensi yang dapat memudahkan untuk membuat maket, karena kalau dulu untuk membuat maket butuh waktu untuk memotong-motong bahannya.

Raditia juga mengungkapkan jumlah peserta dalam pameran kali ini juga bertambah kalau sebelumnya 580 exhibitor, maka di tahun ini berjumlah 620 exhibitor, beberapa diantaranya berasal dari 12 negara seperti Turki, Jepang, Itali, India, dan negara-negara Asia Tenggara. 

"Kami menargetkan melalui pameran ini akan memberikan stimulus bagi industri peserta, kami juga memfasilitasi antara pihak exhibitor dengan buyer, kerja sama dengan 23 asosiasi arsitek dan konsultan," ujar Raditia.

Raditia mengatakan saat ini yang sedang kencang berpromosi dari sanitair dan marble, untuk itu melalui pameran ini coba dibantu untuk memperluas ke pasar ekspor.

Indobuildtech, jelas Raditia akan diselenggarakan dua kali mengingat animo peserta, kalau sebelumnya hanya satu kali dalam setahun.

"Kita sudah siapkan untuk event berikutnya di Jakarta Covention Center," ujar Raditia

Pewarta: Ganet Dirgantoro

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019