Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengalokasikan anggaran Rp8,4 miliar untuk pembangunan saluran irigasi sekunder Cibinuangeun di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, di Lebak, Jumat, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengairi 2.400 hektare persawahan milik masyarakat di wilayah tersebut.

"Pembangunan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di sini, sekaligus untuk mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Banten. Kalau tidak dibangun, airnya bisa kering," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Banten prioritaskan pembangunan desa guna pemerataan ekonomi

Dalam kunjungan tersebut, Dimyati juga menyerap aspirasi langsung dari petani setempat, Sunarta (68), yang mengharapkan adanya kelanjutan pembangunan berupa saluran irigasi tersier agar air dapat mengalir langsung ke area persawahan yang selama ini masih menggunakan pompa mandiri.

Menanggapi hal itu, Dimyati menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti permohonan tersebut sebagai prioritas pemerintah bagi kesejahteraan rakyat.

"Ini perintah petani, juga rakyat. Siap kami tampung aspirasinya. Kami akan selalu hadir. Jangan lihat soal kewenangan, untuk masyarakat pasti kita prioritaskan sesuai dengan skala prioritas," tegasnya.

Dimyati berharap infrastruktur yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut dapat dijaga bersama oleh masyarakat.

"Saya mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas ini agar usia pakai nya panjang. Saluran irigasi jangan di bobok atau dilubangi. Semoga kesejahteraan petani kita semakin meningkat," pungkas Dimyati.

Baca juga: Tingkatkan taraf hidup nelayan, Banten modernisasi KNMP

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026