Sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pendidikan kedokteran sekaligus menjawab kebutuhan dokter spesialis di Provinsi Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Jumat (13/2).

Kegiatan Grand Launching dilaksanakan secara luring di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Kampus Sindangsari serta daring melalui Zoom Meeting. 

Hadir dalam kegiatan itu Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, beserta jajaran; perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang diwakili Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi  Dr. Beny Bandanadjaja.

Selain itu hadir pula Rektor Universitas Padjajaran yang di wakili Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Dr. Irawati Irfani, dr., Sp.M(K)., M.Kes.; para Bupati dan Wali kota se-Provinsi Banten; kepala dinas terkait; mitra rumah sakit; organisasi profesi; serta sivitas akademika.

Baca juga: Untirta segera buka tujuh prodi dokter spesialis

Dekan FKIK Untirta, Dr. dr. Omat Rachmat, Sp.OT(K) Spine, menegaskan bahwa pembukaan PPDS merupakan tonggak strategis bagi penguatan layanan kesehatan di Banten.

“Program Pendidikan Dokter Spesialis ini adalah hasil kerja kolektif dan komitmen jangka panjang berbagai pihak. Kami tidak hanya menargetkan pemenuhan jumlah dokter spesialis, tetapi juga memastikan kualitas, integritas akademik, dan keberpihakan lulusan pada kebutuhan masyarakat daerah,” tegasnya.

“Harapan kami, para lulusan PPDS Untirta dapat kembali mengabdi dan menjadi bagian dari solusi pemerataan layanan kesehatan di Provinsi Banten,” katanya menambahkan.

Baca juga: Baznas Cilegon dan Untirta jalin kerja sama program beasiswa SKSS

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Padjadjaran yang diwakili Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi, Irawati Irfani, Dr. Irawati Irfani, dr., Sp.M(K)., M.Kes., menyampaikan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendampingi penyelenggaraan PPDS di Untirta.

“Pembukaan PPDS di Untirta merupakan langkah strategis nasional dalam memperluas akses pendidikan dokter spesialis. Kami mendukung melalui penguatan kurikulum, sistem pembelajaran, serta penjagaan standar kolegium dan organisasi profesi agar mutu pendidikan dan lulusan tetap terjamin,” ungkapnya.

Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, menegaskan bahwa peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis merupakan momentum bersejarah bagi Untirta dan Provinsi Banten.

“Hari ini kita mencatat sejarah. Peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis adalah wujud nyata gotong royong seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian pendidikan kedokteran di Banten,” ujarnya.

Baca juga: Untirta siap perkuat industri kimia di Banten

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa pembukaan PPDS di Untirta merupakan capaian nyata dalam agenda nasional pemenuhan dokter spesialis.

“Ini merupakan capaian nyata dalam akselerasi pemenuhan dokter spesialis dan bagian dari upaya menjalankan Asta Cita. Kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Untirta serta mitra pendidikan FK Universitas Padjadjaran atas dibukanya program pendidikan dokter spesialis di FKIK Untirta,” tegasnya.

Adapun Program Pendidikan Dokter Spesialis yang dibuka di FKIK Untirta meliputi:
Spesialis Ortopedi dan Traumatologi
Spesialis Radiologi
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Spesialis Ilmu Bedah
Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif.

Peluncuran PPDS FKIK Untirta ditandai dengan peresmian oleh Rektor Untirta, pemutaran video profil, serta sesi foto bersama.

Baca juga: Untirta raih tujuh penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

Menutup rangkaian kegiatan, Fatah Sulaiman, menyampaikan bahwa  Untirta telah siap menjalankan Program Pendidikan Dokter Spesialis secara operasional.

“Insya Allah pada bulan Juli kami sudah mulai melaksanakan tahapan seleksi, termasuk tes wawancara, dan tahun ajaran baru siap dimulai. Universitas Padjadjaran berperan sebagai pembina akademik, SDM dari para dokter di rumah sakit mitra juga telah siap, serta pemerintah daerah menunjukkan dukungan positif, termasuk potensi beasiswa,” ujarnya.

“Ke depan, Untirta juga merencanakan pembangunan rumah sakit riset yang berbasis pada potensi penyakit turunan akibat aktivitas industri, sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Banten,” pungkas nya.

Melalui pembukaan program tersebut, Untirta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pembangunan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di Provinsi Banten dan secara lebih luas di Indonesia.

Baca juga: Gubernur Banten dukung Rakernas BEM SI dan jaga independensi mahasiswa

Pewarta: Mulyana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026