Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mendistribusikan bantuan makanan dan logistik untuk 13.000 kepala keluarga (KK) di daerah yang terdampak bencana alam banjir di 20 wilayah kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinsos Kabupaten Tangerang Sugih Suryagalih di Tangerang, Minggu, mengatakan distribusi bantuan dilakukan setelah tim asesmen diterjunkan ke wilayah yang terdampak banjir dengan terdapat 13.000 KK.
"Selama tanggal 2 sampai 30 Januari 2026, kami sudah memberikan bantuan logistik kepada kurang lebih 13.000 KK di 20 kecamatan terdampak banjir di seluruh Kabupaten Tangerang," katanya.
Baca juga: DPRD Tangerang tekankan pengobatan gratis bagi warga pascabanjir
Ia mengungkapkan bantuan yang disalurkan oleh tim penanggulangan bencana ini terdiri atas kebutuhan logistik pangan, seperti beras, sarden, mie instan, biskuit, dan minyak goreng. Dimana, bantuan pangan ini langsung diberikan ke posko pengungsi hingga kepada satuan warga yang terdampak banjir.
Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mendistribusikan perlengkapan pos pengungsian, seperti tenda, kasur lipat, selimut, terpal hingga pampers bayi dan lansia.
"Bahkan, kami mengadakan dapur umum di beberapa kecamatan, seperti Jayanti, Kosambi, Kresek dan Pasar Kemis," ucapnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan logistik pangan dan sandang ini menjadi prioritas utama pada masa darurat bencana, sebelum penyaluran bantuan lain yang bersifat penunjang kembali didistribusikan pemerintah sebagai penanganan.
Baca juga: Cegah banjir, Pemkab Serang kebut normalisasi saluran air
Selain itu, saat ini pihaknya masih menunggu hasil asesmen lanjutan untuk menambah serta menentukan bentuk dan jumlah bantuan berikutnya yang disalurkan kepada para korban.
"Untuk sementara yang kami salurkan ke korban bencana ini beras sebanyak 1.970 karung, sarden 1.637 kaleng, biskuit 1.786 bungkus, mie instan 536 dus," ujarnya.
Sugih mengatakan untuk permintaan alat kebersihan dan air bersih dalam hal ini masih dilakukan proses dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Namun, lanjutnya, Dinsos Kabupaten Tangerang akan terus memenuhi dukungan pada layanan logistik agar warga terdampak banjir tetap mendapatkan akses makanan layak.
Ia menyampaikan peran Dinsos dalam penanganan banjir tersebut, bersifat mendukung kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sebagai leading sektor utamanya.
Baca juga: Banjir di Pantura Subang, warga mengungsi di kolong jembatan
Sebelumnya, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan terdapat 27 kecamatan di daerah itu terdampak, termasuk melanda lahan pertanian dan mengakibatkan 33 kepala keluarga (KK) dengan 133 ribu jiwa menjadi korban banjir.
"Dari 29 kecamatan, yang terdampak bencana sebanyak 27 kecamatan dengan 33 ribu KK atau sekitar 133 ribu jiwa terdampak banjir," ujarnya.
Sejak bencana alam banjir yang melanda pada 11-27 Januari 2026 melanda di 27 kecamatan dengan ratusan desa/kelurahan.
Menurut dia, bencana alam ini akibat terjadinya hujan deras dengan intensitas tinggi serta adanya beberapa aliran sungai dan danau yang meluap.
Baca juga: Antisipasi banjir, DPUPR siagakan petugas pantau ketinggian air
Namun, untuk update terkini dari puluhan kecamatan yang terdampak itu telah berangsur surut. Hanya saja, air banjir menyisakan beberapa wilayah masih terendam dengan ketinggian debit air mencapai 30 sampai 80 centimeter.
"Saat ini yang masih banjir itu rata-rata ada luapan, limpahan dari sungai Cidurian, sungai Cirarab, dan juga ada Situ Gelam. Itu memang penyebabnya adalah tingginya curah hujan, dan air di sungai sudah tidak mampu lagi untuk mengakomodasi hingga meluap," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini terus berupaya melakukan penanganan melalui pemulihan pasca-bencana oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Upaya pemerintah daerah mengerahkan semua OPD terkait. Sejak kemarin terus melakukan penanganan banjir, baik terhadap korban maupun penanganan sumber banjir," kata dia.
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026