Rizky Aflaha (25), pemuda asal Kampung Nagrak, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil lulus di usia muda dari studi doktor fisika di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Rizky menceritakan, selama menjalani studi di UGM ia mendalami pengembangan nanofiber fungsional lewat strategi dan pemanfaatan peluang beasiswa, diantaranya pemanfaatan beasiswa jalur cepat pada Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).
Perjalanan Rizky meraih dokter sesuai mimpinya tidaklah mudah. Dimana, anak dari orang tua Solikhul Akmal ini harus menghadapi tantangan ekonomi setelah lulus S2-nya.
Baca juga: Sekda Tangerang Soma raih gelar doktor ilmu pemerintahan di IPDN
Sebelumnya, Risky disekolahkan oleh ayahnya Sekolah Dasar di SDN Nagrak Tangerang Lulus Tahun 2011, setelah itu melanjutkan sekolah menegah pertama di MTS N Tigaraksa Lulus Tahun 2014, lalu melanjutkan sekolahnya di MAN 1 Kabupaten Tangerang, dan lulus pada tahun 2017 lalu.
Kemudian di tahun 2020, ia melanjutkan pendidikan S1 selama tujuh semester dan langsung mendapatkan tawaran beasiswa S2 dengan lulus tepat waktu.
"Sempat merasa dilema antara melanjutkan pendidikannya atau bekerja untuk membantu perekonomian keluarga," katanya di Tangerang, Kamis.
Semangatnya terus membara hingga ia pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan beasiswa ke UGM. Berkat kegigihannya, dia berhasil meraih dokter termuda dengan usia 25 tahun, jauh lebih muda dari rata-rata peraih gelar doktor lainnya yang berada di usia 40 tahunan.
"Jangan takut punya mimpi besar, tapi juga jangan malu mulai dari langkah kecil. Buktikan kalau kita bukan generasi strawberry, yang kalau jatuh langsung rusak. Kalau jatuh, ya bangun lagi. kalau salah, ya belajar lagi, Karena proses itu yang akan membentuk kita," ungkapnya.
Baca juga: Rayakan tiga dekade, UPH terbitkan buku orasi ilmiah 22 guru besar
Pemuda asal Tigaraksa ini juga menyampaikan, selain tekat yang kuat juga ikhtiar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala (SAW) pun tidak henti dengan melalui sunah puasa Senin-Kamis.
"Indonesia nggak cuma butuh anak muda yang pintar, tapi juga yang peduli, berintegritas, dan mau berbuat, mulai dari langkah kecil, akan lahir perubahan besar" kata dia.
Sementara itu, sang ayah Rizky, Solikhul Akmal yang kini menjabat Kepala Seksi Trantibumlinmas Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg menyampaikan bahwa kesuksesan putranya yang berhasil meraih gelar doktor di usia yang masih sangat muda ini merupakan sebuah kebanggaan.
Karena, berawal dari sekolah SMP dan SMA negeri yang notabene bukan internasional, tetapi bisa berhasil mendapatkan gelar doktor dalam waktu yang relatif singkat.
"Tentu sebagai orang tua sangat campur aduk, terharu, bangga dan sangat bahagia. Kadang saya kalau ingat masa kecilnya yang serba keterbatasan rasanya ingin nangis kalau sekarang sudah tumbuh besar dan jadi anak yang membanggakan orang tua," ungkapnya.
Baca juga: Pendiri Yayasan Aya Sophia berhasil raih gelar doktor
Akmal mengakui, tidak ada cara khusus untuk mendidik anaknya agar menjadi S3 di usia mudanya. Hanya saja putranya tidak pernah putus untuk ibadah puasa Senin-Kamis.
"Ditambah anak ini memang sangat cinta fisika serta gemar membaca buku. Selain itu, dia juga sangat termotivasi oleh guru SD di sekolahnya yang lulusan luar negeri," ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menambahkan, keberhasilan Rizky Aflaha meraih gelar doktor di usia muda membuat bangga dan bisa mengharumkan nama daerah Kabupaten Tangerang di dunia pendidikan.
Katanya, Rizky ini dapat menjadi role model di Kabupaten Tangerang, bagaimana mestinya seorang mahasiswa.
"Prestasi akademik ini sangat luar biasa dan tentunya membanggakan kita semua. Karena, berangkat dari sekolah negeri biasa yang notabene bukan Internasional, tetapi bisa meraih prestasi yang sangat luar biasa, karena umur 25 tahun sudah lulus Doktor Fisika yang ilmu nya sangat rumit," tuturnya.
Menurut Soma, ilmu fisika adalah pendidikan yang sangat sulit dipelajari, hanya orang-orang yang mempunyai kecerdasan luar biasa yang mampu meraihnya.
Dirinya berharap, pemuda-pemudi atau generasi muda di Kabupaten Tangerang bisa mencontoh langkah-langkah yang dilakukan Rizky Aflaha ini.
"Semoga ini menjadi contoh bagi anak-anak muda di Kabupaten Tangerang, sehingga ke depan muncul Rizky-Rizky yang lain di Kabupaten Tangerang, saya berpesan kepada anak muda raih lah ilmu setinggi langit karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda," kata dia.
Baca juga: Hillary Brigitta cetak rekor MURI legislator perempuan doktor hukum termuda
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025