Gubernur Banten Andra Soni menginisiasi pembentukan forum khusus bagi penanganan keselamatan penerbangan dari gangguan seperti balon udara, layang-layang, dan penggunaan drone tanpa izin.
Ia mengatakan forum tersebut nantinya terdiri atas Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten, PT Angkasa Pura II, dan Otoritas Bandara Soekarno-Hatta.
“Kita memiliki satu kesepahaman, keselamatan penumpang pesawat menjadi tanggung jawab bersama. Otoritas bandara memiliki mandat utama, tetapi dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan terutama dalam pencegahan gangguan," kata Gubernur dalam rakor penanganan gangguan keselamatan operasional penerbangan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu.
Baca juga: Disperindagkop UKM latih pengurus koperasi manfaatkan teknologi digital
Andra juga mengatakan rakor itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis lainnya di antaranya sosialisasi masif kepada masyarakat dan penetapan wilayah rawan gangguan.
Ia menegaskan keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Maka itu pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan otoritas bandara dalam mencegah potensi gangguan yang dapat membahayakan pesawat maupun penumpang.
“Nantinya akan ada pembahasan lanjutan antara Pemerintah Kota/Kabupaten Tangerang dan pihak bandara secara lebih rinci terkait langkah yang akan dilakukan, seperti sosialisasi dan pembentukan forum,” kata dia.
Baca juga: Sembilan siswa Sekolah Rakyat di Tangsel mengundurkan diri
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan bahwa Pemkot Tangerang telah melakukan langkah antisipasi melalui dukungan regulasi dan pengawasan di lapangan melalui dua peraturan daerah yang terkait langsung dengan upaya menjaga keselamatan penerbangan.
Perda Nomor 7 Tahun 2004 tentang larangan menaikkan layang-layang yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan serta Perda tentang ketenteraman, ketertiban umum dan Perlindungan Masyarakat Nomor 8 Tahun 2018.
“Ini persoalan yang harus kita selesaikan bersama, terutama larangan bermain layang-layang di sekitar bandara yang jelas membahayakan penerbangan," katanya.
Wali kota juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan kontribusi nyata dari pihak bandara kepada masyarakat sekitar Bandara Soekarno-Hatta.
“Komunikasi, kolaborasi, dan kontribusi semua pihak menjadi kunci. Pemerintah, bandara, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga keamanan penerbangan demi keselamatan kita semua,” ujarnya.
Baca juga: Disnaker Kota Tangerang buka magang di tiga perusahaan
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025