Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Giri Mukti Kabupaten Lebak, Banten, karena dapat menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat di daerah itu.
"Kita berharap KDMP Giri Mukti bisa menjadi percontohan koperasi di Lebak," kata Ferry saat meresmikan Operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Plaza Mandala Kabupaten Lebak, Kamis.
Kehadiran KDMP Giri Mukti Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak luar biasa, karena pergerakan usahanya menggunakan modal sendiri.
Perjuangan dan semangat KDMP Giri Mukti itu, termasuk bupatinya tentunya Kemenkop menjadikan prioritas pengembangan koperasi di Kabupaten Lebak.
Baca juga: Menkop: Presiden ingin koperasi jadi soko guru ekonomi nasional
Karena itu, Kemenkop juga akan memenuhi permintaan KDMP Giri Mukti untuk produk gula rafinasi dan pekan depan sudah bisa ditandatangani.
Selain itu juga Kemenkop membolehkan usaha pertambangan dan mineral yang dikelola oleh koperasi guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa setempat.
Sedangkan, untuk usaha gas elpiji 3 kilogram kini tengah menunggu aturan dari Kementerian ESDM agar KDMP boleh menjual gas sebagai pangkalan dengan harga agen.
"Kami berharap KDMP nantinya bisa menjual gas elpiji 3 kilogram itu ke masyarakat dan pelaku UMKM, sehingga dapat menguntungkan," kata Ferry.
Baca juga: 27 Koperasi di Serang jadi lokasi Gerakan Pangan Murah nasional
Menurut dia, jumlah KDMP di Kabupaten Lebak sebanyak 344 desa sebagian bisa dibantu oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Sebab, pengelola KDMP di Kabupaten Lebak semangat tinggi dan berjuang untuk membangkitkan ekonomi masyarakat desa.
"Saya minta LPDB dapat membantu agar KDMP di Lebak dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," katanya.
Manager Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Giri Mukti Kabupaten Lebak Asep Kurnia mengatakan, pihaknya terus mengembangkan aneka usaha yang dikelola oleh koperasi karena secara langsung dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan sehingga mampu mempercepat pengurangan dan penghapus kemiskinan.
Saat ini, usaha yang dikelola KDMP Giri Mukti kerajinan gula aren hingga ekspor ke luar negeri, bahkan produksi gula aren itu mencapai 750 ton per bulan.
Baca juga: Pemkot Tangerang beri pelatihan pengurus 104 KMP jalankan bisnis
Produksi gula aren tersebut bisa menggulirkan perputaran uang hingga miliaran rupiah jika dikalkulasikan Rp40 ribu per kilogram dengan produksi 750 ton itu.
Pengembangan pengolahan gula aren karena didukung bahan baku melimpah juga usaha sembako dan usaha hasil pertanian.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera mencairkan dana pinjaman mendukung operasional KDMP Giri Mukti untuk mengelola usaha gula rafinasi, pertambangan, gas elpiji, komoditas pertanian, apotek, klinik dan gudang logistik.
"Kami berharap KDMP itu mampu membangkitkan ekonomi masyarakat pedesaan dan bisa menyerap lapangan pekerjaan, sehingga anak -anak muda tidak urbanisasi ke luar daerah," katanya.
Baca juga: Koperasi jadi soko guru bangun ketahanan ekonomi desaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025