Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten menyatakan program Sekolah Lansia selain menjadi sarana belajar juga ruang aktualisasi diri warga lanjut usia di daerah setempat.
“Sekolah Lansia ini memberikan ruang bagi bapak dan ibu untuk terus berkembang, berbagi cerita, dan merasa dihargai. Usia bukan halangan untuk terus tumbuh,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman di Tangerang, Rabu.
Sebanyak 390 warga lansia menjalani wisuda sebagai angkatan pertama Sekolah Lansia yang digagas Pemkot Kota Tangerang, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pentingnya kualitas hidup.
Ia berharap, ke depan lebih banyak lagi lansia bergabung dalam program tersebut dengan pelaksanaan Sekolah Lansia bisa menjangkau wilayah lebih luas di Kota Tangerang.
“Kami akan terus dorong penambahan Sekolah Lansia agar lebih banyak yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Baca juga: Ayo, lawan pengurangan massa otot dengan olahraga dan nutrisi tepat
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendugbangga)/BKKBN Provinsi Banten Rusman Effendi mengharapkan para lansia senantiasa sehat, menjalani kehidupan dengan bersemangat, dan tetap merasa bermakna dalam kehidupan pada usia lanjut.
“Semoga para lansia kita senantiasa sehat, semangat, dan tetap merasa bermakna dalam kehidupannya,” katanya.
Ia menyebut dari total 34 Sekolah Lansia tersebar di Provinsi Banten, hampir separuhnya, yaitu 13 sekolah berada di Kota Tangerang.
Hal ini, ujarnya, menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah setempat dalam mendukung lansia agar tetap aktif dan produktif.
Baca juga: Hari Pengayoman, Kemenkum Banten gelar baksos peduli lansia
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan program ini baru berjalan perdana, namun antusiasme lansia tinggi. Saat ini sudah ada 13 Sekolah Lansia tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang.
Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan memperluas cakupan hingga tingkat kelurahan program sekolah itu, dengan memanfaatkan fasilitas publik, seperti Graha Kita Bersama, posyandu lansia, dan ruang-ruang komunitas.
“Bukan berarti kita membangun sekolah baru, tapi kita manfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk memperluas kebermanfaatan Sekolah Lansia. Ini bagian dari upaya pemberdayaan lansia agar mereka tidak hanya menjadi objek, tapi juga subjek dalam pembangunan,” katanya.
Setelah wisuda, katanya, para lansia tidak berhenti belajar sebab Pemerintah Kota Tangerang berencana menggulirkan berbagai program pemberdayaan lanjutan yang melibatkan lansia dalam kegiatan ekonomi kreatif, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan spiritual.
Baca juga: Ibu hamil dan lansia dapat bonus beras di gerakan pangan murah Polres Serang
Ia mengharapkan semangat belajar sepanjang hayat ditunjukkan para lansia menjadi inspirasi seluruh lapisan masyarakat, bahwa belajar tidak mengenal usia dan masa tua bukan akhir dari produktivitas akan tetapi babak baru kehidupan yang penuh makna.
Salah satu wisudawati, Sri Hermin Setyaningsih (64), mengatakan Sekolah Lansia membangkitkan semangat hidup kembali setelah pensiun meski di sekolah formal menyandang gelar S2
Ia mengaku melalui program itu berkesempatan belajar tentang kesehatan, lingkungan, agama, dan menjadi lansia yang aktif dan berguna.
"Dulu saya merasa tidak ada lagi manfaatnya, tapi sekarang saya merasa hidup kembali. Saya berharap, lansia yang merasakan program ini semakin banyak sehingga seluruh lansia di Kota Tangerang produktif dan bahagia,” ujarnya.
Baca juga: Peringati Hari Lansia, Swancity berikan sembako ke warga di tujuh desa
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025