Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, Banten, memperluas jangkauan layanan administrasi kependudukan dengan menggandeng Rumah Sakit (RS) Kurnia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetri, di Serang, Kamis, mengatakan kerja sama ini mengintegrasikan RS Kurnia ke dalam program inovasi "Balung Anak" (Bayi Lahir Langsung Kantongi Akta Kelahiran), yang memungkinkan penerbitan tiga dokumen sekaligus bagi bayi baru lahir.

Dokumen itu adalah akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA), serta percepatan penerbitan akta kematian.

Baca juga: Layanan Sobat Dukcapil Tangerang permudah buat KK tanpa antre

Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan, kepastian hukum, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Tujuannya untuk memberikan kemudahan dan kepastian hukum bagi setiap anak sejak dini. Orang tua tidak lagi direpotkan dengan proses administratif berulang, karena dokumen disiapkan segera setelah bayi lahir," katanya.

Ia menambahkan, program ini juga mendukung Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) dan membantu pemerintah daerah memiliki data kependudukan yang lebih akurat dan real time untuk perencanaan pembangunan.

Dengan bergabungnya RS Kurnia, total sudah ada 52 fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Serang yang bekerja sama dalam program ini. Jaringan tersebut terdiri dari 11 rumah sakit, 25 puskesmas, dua klinik, dan 14 praktik mandiri bidan.

Baca juga: Pemkot Serang jemput bola layani Adminduk di Rusunawa

Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan (PDIP) Disdukcapil Kabupaten Serang, Hani Finola, menjelaskan mekanisme kerja sama ini sangat efisien. Pihak faskes akan langsung meminta persyaratan kepada keluarga pasien dan memasukkan data yang dibutuhkan.

"Bayi yang lahir di faskes mitra dapat langsung mendapatkan akta kelahiran, dimasukkan ke dalam KK, serta memiliki KIA tanpa perlu orang tua mengurus dokumen ke dukcapil," ujarnya.

Lebih lanjut, Hani mengatakan kolaborasi ini juga menyasar pencatatan peristiwa kematian. Data kematian yang tercatat di rumah sakit akan langsung ditindaklanjuti untuk penerbitan akta kematian, mengatasi kendala yang sering dihadapi keluarga seperti kesulitan waktu atau akses.

Direktur RS Kurnia, Febriyanti, menyambut baik kerja sama ini mengingat banyaknya pasien persalinan di rumah sakitnya yang berlokasi di Kecamatan Kramatwatu.

"Jadi supaya warga sekitar atau pasien kami, keluar dari RS Kurnia bisa langsung memiliki dokumen kependudukan lengkap. Ini sangat memudahkan," ujarnya.

Ia berharap, dengan dukungan aplikasi Serang Bahagia, proses layanan kependudukan bagi pasien di RS Kurnia akan menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga pasien tidak lagi dipersulit dalam urusan administrasi setelah melahirkan.

Baca juga: Disdukcapil Kota Tangerang permudah pembuatan akta kelahiran dan perkawinan

Pewarta: Desi Purnama Sari

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025