Lebak (Antaranews Banten) - Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten, mengembangkan tanaman sayuran dataran tinggi guna memenuhi kebutuhan pasokan pasar lokal.
"Hingga kini kebutuhan tanaman sayuran dataran tinggi dipasok dari luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Kamis.
Pengembangan tanaman sayuran dataran tinggi cukup prosfektif dan menguntungkan pendapatan ekonomi petani karena permintaan pasar cenderung meningkat.
Komoditas tanaman sayuran dataran tinggi antara lain kubis, buncis, wortel dan kentang.
Sejauh ini, kata dia, komoditas tanaman sayuran dataran tinggi dipasok dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah daerah mengembangkan tanaman dataran tinggi di Kecamatan Muncang, Sobang, Cibeber, Cilograng dan Lebak Gedong karena di daerah itu di atas 700 meter dari permukaan laut.
"Kami mengembangkan tanaman sayuran dataran tinggi itu karena tanaman sayuran dataran rendah,seperti cabai,ketimun,kacang panjang,paria dan terung mampu memenuhi permintaan pasar lokal," ujarnya menjelaskan.
Menurut Dede, sebetulnya sumber daya petani menggarap komoditas pertanian dataran tinggi sudah mampu memproduksi hingga dipasok ke Sukabumi.
Namun, produksi dan produktivitas masih rendah sehingga perlu peningkatan rekayasa teknologi juga penyaluran bantuan sarana produksi.
"Kami mendorong petani dapat mengoptimalkan tanaman sayuran dataran tinggi sehingga bisa memasok pasar lokal dan tidak mendatangkan dari luar daerah," katanya.
Dede mengatakan, pengembangan tanaman sayuran dataran tinggi cukup berpeluang untuk meningkatkan pendapatan ekonomi petani.
Selain itu juga pangsa pasar terbuka dan bisa memasok ke Pasar Induk Rau Serang, Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, Pasar Induk Selabenda Bogor dan Pasar Induk Keramat Jati Jakarta.
Karena itu, pihaknya mengembangkan tanaman sayuran dataran tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat meningkat.
"Kami optimistis Lebak ke depan bisa memenuhi permintaan komoditas tanaman sayuran dataran tinggi di Provinsi Banten," katanya.
Baca juga: Bertanam Sayur Di Pinggir Jakarta
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018
"Hingga kini kebutuhan tanaman sayuran dataran tinggi dipasok dari luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Kamis.
Pengembangan tanaman sayuran dataran tinggi cukup prosfektif dan menguntungkan pendapatan ekonomi petani karena permintaan pasar cenderung meningkat.
Komoditas tanaman sayuran dataran tinggi antara lain kubis, buncis, wortel dan kentang.
Sejauh ini, kata dia, komoditas tanaman sayuran dataran tinggi dipasok dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah daerah mengembangkan tanaman dataran tinggi di Kecamatan Muncang, Sobang, Cibeber, Cilograng dan Lebak Gedong karena di daerah itu di atas 700 meter dari permukaan laut.
"Kami mengembangkan tanaman sayuran dataran tinggi itu karena tanaman sayuran dataran rendah,seperti cabai,ketimun,kacang panjang,paria dan terung mampu memenuhi permintaan pasar lokal," ujarnya menjelaskan.
Menurut Dede, sebetulnya sumber daya petani menggarap komoditas pertanian dataran tinggi sudah mampu memproduksi hingga dipasok ke Sukabumi.
Namun, produksi dan produktivitas masih rendah sehingga perlu peningkatan rekayasa teknologi juga penyaluran bantuan sarana produksi.
"Kami mendorong petani dapat mengoptimalkan tanaman sayuran dataran tinggi sehingga bisa memasok pasar lokal dan tidak mendatangkan dari luar daerah," katanya.
Dede mengatakan, pengembangan tanaman sayuran dataran tinggi cukup berpeluang untuk meningkatkan pendapatan ekonomi petani.
Selain itu juga pangsa pasar terbuka dan bisa memasok ke Pasar Induk Rau Serang, Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, Pasar Induk Selabenda Bogor dan Pasar Induk Keramat Jati Jakarta.
Karena itu, pihaknya mengembangkan tanaman sayuran dataran tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat meningkat.
"Kami optimistis Lebak ke depan bisa memenuhi permintaan komoditas tanaman sayuran dataran tinggi di Provinsi Banten," katanya.
Baca juga: Bertanam Sayur Di Pinggir Jakarta
Editor : Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018