Jakarta (Antaranews Banten) - PT East West Seed Indonesia (Ewindo) produsen benih sayuran hibrida berencana mengembangkan benih kacang hijau berkerjasama dengan  Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian.
     
"Kami menggarap ini bukan semata-mata bisnis, tetapi merupakan bentuk kepedulian untuk mengatasi permasalahan gizi di masyarakat termasuk pencegahan stunting," kata Managing Director PT Ewindo, Glenn Pardede di Jakarta, Senin malam, dalam acara bincang-bincang usai buka puasa bersama.
     
Menurut Glenn sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan pasar kacang hijau disamping dari petani lokal dengan cara bertanam yang masih belum standar, juga masih harus didatangkan dari impor (Vietnam dan Thailand).
     
Glenn mengatakan, budidaya kacang hijau selama ini memang belum menjadi perhatian pemerintah dibandingkan misalnya kedelai, sehingga menjadi salah satu tantangan bagi perusahana untuk mengembangkannya.
     
Glenn yang didampingi Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Ewindo, Afrizal Gindow menyatakan optimistis bersama petani yang menjadi mitranya akan dapat mengembangkan kacang hijau apalagi tanaman ini minim biaya perawatan dan mampu tumbuh di lahan "miskin" (tidak subur).
   
Glenn melihat area yang signifikan yang dapat dikembangkan untuk kacang hijau bisa 240.000 hektar secara hitungan bisni budidaya tanaman ini dapat memberikan imbal hasil (yield) yang besar. 
     
Glenn mengatakan sudah ada dua varietas yang akan dikembangkan secara komersial serta akan diproduksi tahun 2018, sedangkan untuk penjualannya sendiri diharapkan dapat dimulai pada tahun 2019.
     
Afrizal mengatakan kebutuhan benih kacang hijau untuk memenuhi target 240.000 hektar dengan asumsi untuk 1 hektar butuh 20 kilogram benih, berarti Ewindo akan memproduksi  480 ton yang akan ditanam di NTT, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
     
Afrizal berharap dapat memasok 80 persen kebutuhan benih kacang hijau nasional yang selama ini masih bergantung kepada impor.
     
Arizal mengatakan produktivitas petani kacang hijau Indonesia selama ini masih rendah baru bisa mencapai 0,7 sampai 0,8 ton per hektar,  untuk mencapai 1 ton per hektar sudah hebat. Namun benih  yang dikembangkan Balitkabi bisa mencapai 1,5 ton sehingga bisa menjadi terobosan.
     
Afrizal mengatakan kebutuhan domestik kacang hijau selama ini sangat besar mencapai 288.000 ton per tahun serta masih akan bertambah seiring bertumbuhnya bisnis makanan dan minuman berbahan dasar kacang hijau.

Baca juga: Konsumsi Sayuran Dan Buah Masyarakat Masih Kurang
Direktur Ewindo Afrizal Gindow menunjukkan penggunaan teknologi budidaya tanaman tomat (Antara Foto/ Ganet)

Pewarta: Ganet Dirgantara

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018