Tangerang Selatan (ANTARA News Banten) - Sepanjang bulan Januari sampai Februari Kantor Bea Cukai Wilayah Banten telah mengamankan ribuan barang ilegal dengan total kerugian RP17 miliar.

Kepala kantor Bea Cukai Wilayah Banten Decy Arifinsjah di Tangerang Selatan, Rabu, merinci kerugian yang dialami Indonesia dari barang impor ilegal ini berupa 7.743 potong produk tekstil, 2.903.960 batang hasil tembakau dan 13.884 botol minuman keras.

Semua barang bukti tersebut sekarang tengah didata dan akan segera dimusnahkan, katanya menjelaskan penindakan periode Januari Februari 2018 di kantor Beacukai Wilayah Banten, Serpong, Selasa.

Menurut Decy membutuhkan waktu tiga minggu untuk melakukan pengamanan barang ilegal ini.

"Kami membutuhkan waktu tiga minggu untuk penindakan. Sekarang sedang proses pemeriksaan, setelah ini akan dilakukan pemusnahan barang bukti," kata dia.

Untuk memastikan kasus ini telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, Bea Cukai juga telah melakukan tindaklanjut terhadap penindakan yang telah dilakukan.

Terhadap tiga kasus pelanggaran berupa pengeluaran barang sub kontrak dari kawasan berikat tanpa izin. Yang kedua  pengangkutan dan penyaluran minuman beralkohol dan kasus pengangkutan miras eks impor tanpa pita bea cukai, modusnya ditutupi balok kayu dan kelapa.

Dia menambahkan barang ilegal ini berasal dari pihak pihak yang tidak mematuhi aturan di bidang cukai. sehingga berdampak pada kerugian di bidang ekonomi dan sosial.

"Ini akan menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang undangan di bidang cukai," ujar dia.

"Saya himbau kepada pengusaha pabrik minuman beralkohol, tempat penyimpanan  minuman beralkohol agar bisa menuruti semua peraturan di bidang cukai," katanya menambahkan.

Pewarta: Annisa/ Iqbal

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018