Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Banten menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan pokok cabai yang terjadi di pasaran dipengaruhi oleh faktor cuaca buruk hingga membuat stok dan hasil panen petani berkurang.

"Kenapa pangan cabai itu sekarang mahal, karena kita mendapat kiriman komoditi cabai dari luar daerah berkurang. Banyak petani gagal panen yang disebabkan oleh iklim sekarang," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang, Arief di Tangerang, Senin.

Dia mengungkapkan, harga cabai rawit beberapa pekan terakhir di pasaran mengalami peningkatan diakibatkan kekurangan stok karena cuaca ekstrem yang melanda daerah asal pertanian cabai.

Baca juga: Cabai dan beras masih jadi pemicu inflasi di Banten

Adapun jenis cabai yang mengalami kenaikan akibat cuaca buruk itu diantaranya seperti cabai merah keriting, dan cabe rawit merah.

"Dan memang selama ini kita (Kabupaten Tangerang) mengandalkan cabai dari luar daerah. Kalau dari kita tidak ada. Kebanyakan kita ambil dari Jawa Tengah," ujarnya.

Dengan adanya kenaikan harga, pemerintah setempat langsung melakukan operasi pasar dan membuat harga cabai mengalami penurunan.

Baca juga: Warga Lebak diajak tanam cabai di lahan pekarangan rumah

Harga cabai di pasaran saat ini dari harga Rp86.667/kg turun menjadi Rp85.833/kg, atau sebesar 116, 67 persen menjadi 114,58 persen dengan harga acuan Bapanas Rp40.000/kg.

Kendati demikian, dalam upaya menekan kenaikan harga tersebut, Disperindag Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan pangan.

"Tentunya kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini. Tetapi kita dalam hal ini tidak bisa intervensi harga, kecuali beras," pungkas Arief.

Baca juga: Bupati Tangerang Andi Ony panen cabai di Kecamatan Kronjo
 

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023