Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan kepala dinas pertanian dari seluruh wilayah Indonesia untuk mewujudkan peningkatan produksi pangan.

Hal itu dilakukan agar kementerian dapat mengetahui kondisi lahan yang bisa ditanam secara lebih terperinci.

"Kalau (pangan) bermasalah, ini bisa terjadi gejolak masyarakat. Tapi alhamdulillah sekarang posisi aman, stok ada. Sekarang sudah musim hujan," kata Amran di Jakarta, Jumat.

Selain itu, Kementan juga menyiapkan insentif atau bantuan bibit padi dan jagung untuk petani yang sudah memiliki lahan siap tanam. Adapun lahan siap tanam yang tersedia saat ini mencapai 50.000 hektar.

"Mudah-mudahan ada bibit kita siapkan, yang tersedia sekarang untuk 50.000 hektar. Siapa yang cepat tanam, ada bibit yang disiapkan. Jadi, kita harus kejar awal musim hujan ini. Tidak boleh tinggal diam," kata Amran.

Baca juga: Andi Amran Sulaiman kembali jadi Mentan

Pada kesempatan itu, Mentan juga menyampaikan target produksi beras dalam negeri bisa meningkat dengan total 3,5 juta ton hingga akhir tahun ini atau 1,5 juta ton pada November 2023 dan 2 juta ton pada Desember 2023.

Fokus Kementan untuk menggenjot produksi beras ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut disampaikan Amran usai rapat pimpinan (rapim) di kantor Kementan, Jakarta, Jumat.

"Kami beri target kalau bisa minimal bulan ini nanti, November (mencapai) 1,5 juta ton. Bulan depan (Desember), kira-kira 2 juta ton. Itu harus dicapai, itu mutlak," kata Amran.

Amran memastikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan cadangan beras, sebagai antisipasi apabila produksi menurun. Terlepas dari hal tersebut, Kementan tetap berfokus pada peningkatan produksi.

Dia menyampaikan Kementan telah menyiapkan perencanaan masa tanam Oktober hingga Maret 2023, seiring dengan masuknya musim hujan. 

Target yang ditetapkan tersebut diharapkan tidak meleset mengingat masalah pangan merupakan kepentingan mendesak bagi rakyat.

Amran mengatakan Kementan juga fokus pada komoditas strategis lainnya, yaitu jagung. Menurut dia, Kementan menargetkan produksi jagung mencapai 300 ribu ton dan akan terus ditingkatkan.

Baca juga: Potensi ikan di Lebak dinilai bisa penuhi ketersediaan pangan nasional
Baca juga: Kota Tangerang raih penghargaan kota pangan aman terbaik dari BPOM

Pewarta: Rizka Khaerunnisa

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023