Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar memantau langsung pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah khusus negeri untuk memastikan tidak ada kendala teknis dalam proses pendaftarannya.

Gubernur di Di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten di Kota Serang, Senin, menyampaikan bahwa pihaknya memantau penyelenggaraan pelayanan sejak pendaftaran PPDB jalur zonasi, perpindahan orang tua, dan prestasi dibuka tadi malam.

"Kita mengecek mulai dari persiapan. Hingga saat ini saya belum mendengar ada kendala dari tadi malam," kata Al Muktabar.

Baca juga: Al Muktabar pantau langsung pelaksanaan PPDB jalur afirmasi 2023

Menurut dia, hanya ada beberapa orang tua murid yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten karena salah mengklik saat melakukan pendaftaran tadi malam.

"Sentra perbaikan ada di sini. Semua dilayani dengan baik. Kita lihat prosedur yang berjalan sesuai dengan peraturan," katanya.

Dia mengimbau warga yang hendak mendaftar untuk mengikuti PPDB lebih dulu mempelajari dan memahami petunjuk teknis yang telah ditetapkan guna menghindari kesalahan ketika melakukan pendaftaran.

"Jangan buru-buru dan pahami betul sehingga tidak ada kesalahan dari sisi orang tua atau murid ketika mendaftar," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tabrani menyampaikan bahwa pada hari pertama pelaksanaan PPDB Jalur Zonasi, Perpindahan Orang Tua, dan Prestasi, Senin, hingga pukul 10.23 WIB sudah ada 25 ribu lebih calon siswa yang mendaftar.

"Sampai dengan jam 10.23 WIB tadi, Jalur Zonasi sudah terdaftar 18.396 siswa, kemudian Perpindahan Orang Tua ada 453 siswa, sedangkan prestasi hampir 6.900 siswa," kata Tabrani.

Ia mengatakan bahwa dinas menyiapkan fasilitas pelayanan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan PPDB tingkat sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah khusus.

"Kita ada help desk untuk membantu masyarakat atas beberapa hal yang kurang dipahami saat daftar, sehingga orang tua bisa menanyakan. Tapi kalau emergency (kedaruratan) yang tidak bisa diatasi, di sini ada petugasnya," kata Tabrani.

Baca juga: Daya tampung SMPN di Kota Tangerang 11.000 kursi
Baca juga: Pastikan tak ada siswa titipan, Kadindik Cilegon pantau PPDB di sejumlah SMPN
 

Pewarta: Mulyana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023