Petani di Kabupaten Lebak, Banten, berharap pemerintah membantu mengatasi kerusakan pompa air sehingga tetap dapat menanam padi saat musim kemarau pada tahun 2023 ini.

"Kami berharap bantuan perbaikan pompa dapat direalisasikan agar petani bisa kembali menanam padi," kata Ketua Kelompok Tani Suka Bunga Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Ruhyana di Lebak, Kamis.
 
Bantuan pompa air dari pemerintah setempat diberikan pada tahun 2020 guna mendukung produksi pangan, namun tahun 2021 sudah tidak bisa dioperasikan.

Baca juga: Upacara Seba dan pelestarian adat budaya masyarakat Badui
 
Pompa air yang sebelumnya bisa mengaliri areal persawahan seluas 80 hektare itu mengalami kerusakan.
 
Perbaikan pompa air yang bisa menyedot air Sungai Ciujung tersebut diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp200 juta.
 
Sebab, kata dia, pompa air kapasitas 8 inci itu sudah tiga tahun terakhir tidak dioperasikan, namun beruntung curah hujan tinggi sehingga petani bisa menanam padi.
 
"Kami bersama 150 anggota petani di sini berharap saat musim kemarau kembali mendapatkan bantuan pompa air," kata Ruhyana.
 
Menurut dia, semestinya petani di daerah itu pada Mei 2023 sudah memasuki musim tanam, tetapi kini dilanda musim kemarau sehingga terjadi kekeringan.
 
Kemungkinan besar petani akan menanam benih tahan kering yaitu dengan benih varietas Situ Bagendit maupun jenis lainnya.
 
Keunggulan benih itu masuk kategori benih padi gogo dan tidak memerlukan banyak air juga masa tanam hingga panen lebih cepat yaitu sekitar 98 hari.

Begitu juga petani di Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka belum bisa melakukan penanaman bibit padi karena dilanda kemarau. Bendungan Cijoro juga mengalami kekeringan.

Petani yang menggarap sawah seluas 50 hektare diperkirakan tidak dapat menanam padi karena  tidak memiliki pompa air berkapasitas 8 inci yang bisa menyedot air dari Sungai Ciberang.
 
"Kami berharap adanya bantuan pompa air sehingga petani pada musim kemarau bisa melakukan gerakan tanam,"k ata Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung Udin (60).
 
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, pihaknya sedang melakukan identifikasi ulang kebutuhan dan ketersediaan pompa air.
 
Menurut dia, musim kemarau memang bisa mengancam produksi padi, terutama daerah yang berisiko tinggi mengalami kekeringan ekstrem, seperti Malingping dan Wanasalam.
 
Sejauh ini, berapa pompa air bantuan pemerintah yang mengalami kerusakan dan yang masih bisa beroperasi dengan kondisi baik.
 
Bantuan pompa air kecil dengan kapasitas 4 inci yang bisa mengaliri lima hektare dan 8 inci yang bisa mengaliri 80 hektare.
 
"Kami setiap tahun mengusulkan kebutuhan pompa ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat," kata Deni.
 
 
 
 
 
 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Ridwan Chaidir


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023