Langkah cepat pemulhan ekonomi patut diperkuat dengan berbagai instrumen penggeraknya. Di tengah ancaman krisis global, baik krisis pangan dan energi, Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) memperluas transformasi digital di segala lini usaha sektor Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan. Perlu adanya peningkatan infrastruktur digital, akselerasi legalitas UMKM, meningkatkan skill digital, mendorong UMKM inklusif hingga memperkuat kolaborasi Kementerian dan Lembaga pemerintah dalam perluasan pasar ekspor berbasis digital. 

Hingga saat ini, tercatat jumlah UMKM yang masuk ke pasar digital sudah sebesar 20,2 juta UMKM atau 30 persen total UMKM di tanah air. Hingga Agustus 2022, sebanyak 20,24 juta UMKM telah masuk ekosistem digitalisasi dengan memperluas kolaborasi 41 stakeholder. 

Targetnya tahun 2023 hingga 2024, sebanyak 30 juta UMKM On-boarding di pasar digital. Di mana, target menciptakan ekosistem digital ini sesuai dengan komitmen Kementerian Koperasi dan UKM serta peran aktif dari KADIN Indonesia bidang Kewirausahaan nasional. 

Ketua Komite Tetap Kewirausahaan KADIN Indonesia, Sharmila Yahya, mendukung penuh upaya pemerintah menetapkan tujuh aspek prioritas transformasi digital, yakni meliputi digitalisasi pasar, digitalisasi pengetahuan kualitas, digitalisasi keuangan dan pembiayaan, digitalisasi manajemen, kapasitas produksi hingga digitalisasi distribusi. 

"Hal ini, menjadi kunci dalam upaya memperluas ekosistem digitalisasi dengan mengejar potensi ekonomi digital yang mencapai Rp 5.400 triliun hingga tahun 2030. Pelaku UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan harus mampu berkontribusi signifikan terhadap kebangkitan perekonomian masyarakat," kata nya.

Di Tahun 2023, INKOWAPI akan terus memaksimalkan pembekalan kepada wirausaha, pelatihan pengetahuan tentang ekosistem serta akan menghubungkan dengan incubator dan aspek pembiayaan. 

Pewarta: Susmiatun Hayati

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022