Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat setempat mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD) karena hingga saat ini telah terjadi kasus tersebut di 25 kecamatan di daerah setempat.

"Warga yang positif DBD mencapai 375 kasus dan empat kasus dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Jumat.
 
Ia mengatakan terjadinya perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD, sehubungan dengan curah hujan yang tinggi di daerah setempat.

Ia mengatakan pencegahan DBD secara efektif membutuhkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat, katanya, secara gotong royong harus mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN), antara lain melalui gerakan menutup, menimbun, dan menguras ( 3M) barang-barang bekas agar tidak dijadikan tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus dengue tersebut.

"Kami berharap masyarakat menggelar PSN dan 3M rutin dilakukan setiap pekan, terlebih curah hujan begitu tinggi," katanya.

Dia mengatakan kebanyakan anggota masyarakat yang mengalami DBD itu tinggal di pemukiman padat penduduk. Mereka harus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
 
Dia mengatakan penyebaran DBD di Kabupaten Lebak memasuki siklus lima tahunan, dengan jumlah penderita meningkat cukup tajam hingga ratusan orang. Padahal, jumlah penderita DBD tahun 2021 pada bulan yang sama mencapai puluhan orang.
 
"Kami minta masyarakat bergotong royong melakukan kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD," katanya.
 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Ridwan Chaidir


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022