Jakarta (Antara News) - Paramount Land sukses menjual produk rumah baru di Gading Serpong Kota Tangerang setelah penjualan rumah mungil Virginia Village bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC) diserbu pembeli.


"Daftar hadir calon pembeli yang ada pada kami mencapai 385 orang, sedangkan unit yang masih tersedia 170 unit, dari 563 unit yang akan dibangun," kata Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho di Jakarta, Rabu.

Ervan mengatakan, Virginia Village dibangun di atas lahan lima hektar dengan nilai investasi Rp400 miliar mulai konstruksi awal 2015 serta seluruh unit akan diselesaikan awal 2017.

Ervan mengatakan, meskipun tipe paling mungil dengan luas lahan hanya 32 meter persegi setiap unit, pembeli akan mendapatkan rumah dua tingkat, sudah dilengkapi garasi mobil, dua kamar tidur dan taman.

"Kami membuat disain sedemikian rupa dengan mengoptimalkan seluruh ruangan sehingga pemilik rumah, tidak merasakan tinggal di rumah dengan lahan terbatas," kata Ervan.

Direktur Pemasaran Paramount Land Andreas Nawawi mengatakan, Virginia Village dipasarkan tipe 40/32, 49/40, dan 57/48 dengan harga berkisar Rp579 sampai Rp968 juta per unit.

Andreas mengatakan, penjualan rumah mungil merupakan terobosan Paramount Land untuk menjual produk yang tepat dengan keinginan pembeli (right product) dan menyesuaikan dengan iklim properti saat ini.

"Saya perkirakan tidak ada penurunan daya beli konsumen Indonesia untuk membeli rumah, namun yang terjadi adalah tidak adanya keberanian untuk membeli rumah, untuk itu kami sengaja meluncurkan rumah kompak dengan harga terjangkau di kawasan premium," kata Andreas.

Andreas mengatakan, pihaknya belajar dari pengalaman sebelumnya saat meluncurkan unit baru di Gading Serpong saat peluncuran perdana sebanyak 700 unit, peminat mencapai 1.000 calon pembeli, bahkan 98 unit perdana langsung habis terjual.

"Ini menunjukkan minat masyarakat membeli rumah di kawasan premium di Jabodetabek masih sangat tinggi," kata Andreas.

Andreas mengatakan, Virginia Village dilengkapi dengan hutan kota seluas satu hektar, jaringan listrik dan telpon di bawah tanah, jalur lari, kolam renang, arena bermain anak, taman burung, unit ritel, dan tempat olah raga.

Lebih jauh Ervan menargetkan, penjualan tahun 2014 Rp3 triliun, meningkat 10 persen dibanding 2013 dan sampai Agustus 2014 sudah tercapai Rp2 triliun, belum termasuk penjualan Virginia Village pada Selasa (19/8) kemarin.

Ervan mengatakan, Paramount Land memiliki cadangan tanah (landbank) 1,200 hektar, 1.000 hektar di antaranya berlokasi di Gading Serpong berbagi dengan Sumarecon dan saat ini telah terbangun 320 hektar.

Paramount Land, selain mengembangkan perumahan juga bergerak di bidang hotel, ritel dan rumah sakit. Untuk hotel sendiri Paramount Land sudah memiliki jaringan di Magelang dan Malang, serta masih akan dibangun lagi di Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang, dan Bogor.

Andreas mengatakan, pihaknya segera akan meluncurkan proyek superblok di Bali, kebetulan ada lahan sangat strategis hanya lima menit dari Bandara Ngurah Rai di atas lahan 300 hektar serta memiliki pantai sepanjang 400 meter.

"Kita sudah mendisain kawasan tersebut yang nantinya dibangun tidak terlalu banyak unit karena sudah memiliki lokasi dengan pemancangan sangat bagus," kata Andreas.

Pewarta:

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2014