PT Indonesia Toray Synthetic hentikan penggunaan PLTU milik sendiri berkapasitas 2x15 MW dan memutuskan beralih ke listrik PLN dengan total pasokan 45 MVA.
 
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan, untuk meningkatkan keandalan PT ITS mengalihkan seluruh pasokan listrik menggunakan layanan PLN per 1 Oktober.

Baca juga: Manfaatkan energi hijau, 4 PLTM perkuat listrik Banten

Dengan berpindah ke PLN maka perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan dapat diandalkan sehingga proses produksi akan lebih efisien.
 
"Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITS akan lebih fokus dengan bisnis dan PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan," kata Bob Saril di sela Upacara Energize 150 KV PT ITS dan PLN, melalui press rilis yang dikeluarkan PLN UID Banten, di Serang, Kamis.

Ia mengatakan, PT PLN (Persero) memasok seluruh kebutuhan listrik sebesar 45,38 mega volt ampere (MVA) ke PT Indonesia Toray Synthetics (ITS), sebuah produsen serat sintetis di Banten.
 
Dimana, PT ITS merupakan anak usaha Toray Group dari Jepang ini mengandalkan suplai listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri dan sebagian melalui layanan tegangan menengah PLN.
 
Tak hanya mendapatkan pasokan listrik yang andal, kata Bob, PT ITS juga mampu mengurangi emisi karbonnya hingga lebih dari 60 ribu ton CO2 per tahun sesuai dengan visi dari Toray Group.
 
"Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan ke seluruh perusahaan yang saat ini masih menggunakan pembangkit sendiri untuk sumber listrik. Untuk itu, pelanggan lain ini saatnya mengalihkan semua pembangkit miliknya ke PLN karena PLN lebih bersih, lebih andal, lebih berkualitas, dan kita juga menuju pembangunan yang berwawasan lingkungan," katanya.
 
Proses perpindahan daya dilakukan PLN melalui sinergi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten - Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol, PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2 (UPP JBB 2) dan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dalam proses energize penambahan delta daya 35 MVA.

Sehingga total daya Konsumen Tegangan Tinggi PT ITS dari sebelumnya 10.380 KVA menjadi 45.380 KVA.
 
Adapun energize 150 kV sampai ke trafo pelanggan sudah dilakukan sejak 24 September lalu. Hanya saja, pembebanan baru dilakukan pada 1 Oktober, sesuai permintaan pelanggan.

Dengan beralihnya pasokan listrik PT ITS ke PLN, maka per 1 Oktober 2021 perseroan menghentikan operasi pembangkit PLTU 2x15 MW miliknya.
 
Presiden Direktur PT ITS, Yamamoto Hirofusa mengatakan dengan memindahkan suplai ke PLN Toray Group berharap ada kestabilan dalam proses produksi di pabrik PT ITS Tangerang. Dia pun mengapresiasi PLN yang meskipun menghadapi banyak tantangan dalam mengerjakan infrastruktur suplai kelistrikan karena pandemi COVID-19 tetapi dapat memulai suplai listrik sesuai dengan jadwal pada 1 Oktober 2021.
 
"Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih ke semua pihak atas kelancaran pembangunan infrastruktur suplai listrik ini, terutama PLN. Saya sangat bersyukur karena dalam proyek ini kita mendapatkan suplai listrik sesuai dengan jadwal," katanya.

 

 

Pewarta: Mulyana

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021