Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat dapat membeli produk usaha micro kecil dan menengah (UMKM) lokal yang tumbuh dan berkembang guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
 
"Kita memiliki 49.000 lebih pelaku UMKM dan di antaranya menembus pasar ekspor, " kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Yudawati di Lebak, Sabtu.

Baca juga: Pemukiman warga di Lebak tergenang air akibat hujan lebat
 
Pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM ke depan menjadikan andalan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak.
 
Selama ini, pelaku UMKM di daerah ini masih kesulitan untuk pemasaran di tengah pandemi COVID-19.
 
Mereka pelaku UMKM itu terpaksa memasarkan produknya menggunakan teknologi digitalisasi secara online melalui media sosial juga marketplace.
 
Potensi pengembangan usaha di masyarakat kebanyakan bahan baku dari hasil komoditi pertanian, perkebunan, dan perikanan setempat.

Sebab, kata dia, bahan baku produk UMKM melimpah, seperti komoditas pangan antara lain beras ciberang, ikan, pisang, varia, jamur, gula aren hingga umbi-umbian.
 
Lebih membanggakan,kata dia, produk gula aren sudah menembus pasar domistik dan mancanegara.
 
Saat ini, kata dia, produk UMKM kerajinan Badui kebanjiran pesanan meningkat setelah Bapak Presiden Joko Widodo mengenakan busana Badui pada Sidang Kenegaraan di Jakarta.
 
Bahkan, mereka para pelaku UMKM Badui di marketplace kehabisan, karena banyak permintaan pesanan itu.
 
Para pelaku UMKM Badui juga mengembangkan produk aneka kerajinan bambu, tenun, batik, tas koja, golok, baju kampret dan lomar atau kain pengikat kepala.
 
Selain itu, produk sale pisang sebagai makanan camilan juga menembus pasar DKI Jakarta dan Jawa Barat, namun produk itu kebanyakan pembelinya para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh atau buah tangan.
 
Pelaku UMKM lainnya, kata dia, ikan hasil tangkapan nelayan pesisir selatan Lebak dengan memproduksi kerupuk ikan, baso ikan, dengdeng ikan, abon ikan dan camilan ikan.
 
Produk lokal itu berada di pasar tradisional, toko-toko swalayan, ritel hingga supermarket.
 
"Kami setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk peningkatan mutu dan kualitas produk UMKM juga memberikan sertifikasi halal yang dikeluarkan MUI serta bantuan label hingga perijinan agar bisa bersaing pasar domestik maupun global, " katanya menjelaskan.
 
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih mencintai produk lokal dengan membeli karena bisa membantu perguliran ekonomi daerah.

Apabila, kata dia, masyarakat membeli produk UMKM lokal juga sama membantu peningkatan usaha mereka dan bisa menyerap tenaga kerja.
 
Disamping itu perguliran ekonomi meningkat, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.
 
"Kami minta warga membeli produk UMKM lokal " katanya.
 
Sementara itu, Jubaedah (50) pelaku UMKM Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya memasok produksi aneka ikan, seperti kerupuk ikan, baso ikan dan bon ikan untuk Supermarket Carrefour.
 
Produksi dari ikan itu, kata dia, ditampung oleh perusahaan dari Jakarta dengan menggunakan kemasan dari mereka,namun merk "Bu Bedah" dari Lebak.
 
"Kami memproduksi aneka makanan itu dengan bahan baku ikan marlin dan tuna tanpa pengawet," katanya.

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Ridwan Chaidir


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021