Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan menerima laporan bahwa sedikitnya 20 rukun tetangga (RT) di Ibu Kota telah terendam banjir, Kamis sore.

"Banjir 'update'-nya ada 20 dari 30.460 RT. Jumlahnya kecil," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis malam.

Baca juga: Guguran abu Gunung Sinabung teramati, arak luncur 1.000 meter

Riza menuturkan pemerintah sudah berupaya maksimal dalam mencegah dan menanggulangi banjir di Ibu Kota, bahkan tadi siang, pihaknya telah meninjau langsung pusat informasi bencana dan logistik BPBD DKI dalam menghadapi potensi bencana bersamaan peringatan dini hujan ekstrem hingga akhir pekan ini.

"Mudah-mudahan berkat kerja sama yang baik, Pemprov, aparat dan masyarakat kita dapat mengendalikan banjir ke depan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI, ucap Riza, telah menyiapkan 256 ekskavator dan 260 truk pembuang (dump truk) untuk menghadapi potensi banjir, serta, pemerintah juga akan menambah jadwal pengoperasian pengerukan lumpur dari satu menjadi dua sif.

"Lalu kami siagakan petugas dua sif dari asalnya satu sif. Jadi, ada percepatan pengerukan," ucapnya.
 
Warga menyelamatkan barang-barangnya saat banjir merendam kawasan RW 5, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta, Kamis (18/2/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Penyebab-solusi
Menurut Riza, penyebab Jakarta banjir, salah satunya adalah karena Jakarta yang berada di dataran rendah, serta beberapa lokasi berada di dataran yang lebih rendah dibanding wilayah lainnya seperti di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Dulu juga di daerah tersebut tanahnya diambil dikeruk dan diuruk untuk kawasan Senayan yang tanahnya ditinggikan. Sekarang daerah tersebut seperti kubangan, kalau hujan ya banjir," ucapnya.

Karenanya, kata Riza, untuk ke depan Pemprov DKI berencana akan merelokasi masyarakat yang tinggal di daerah yang rendah termasuk yang tinggal di bantaran sungai.

"Ke depan secara bertahap kita akan pindahkan. Sekarang, kita juga terus membangun Rusunawa, Rusunami dan memindahkan warga yang ada di pinggiran dan terus melakukan program normalisasi sungai, naturalisasi sungai dan sebagainya," tutur dia.



Sebelumnya, berdasarkan pantaubanjir.jakarta.go.id, genangan air imbas hujan lebat pada Kamis ini mengguyur 13 Rukun Warga (RW) yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Malahan, ketinggian muka air di sejumlah wilayah itu mencapai sekitar 31 hingga 70 sentimeter.
 
Selain itu, sejumlah layanan transportasi umum juga terkena dampak akibat genangan air yang tersebar di sejumlah wilayah. Misalkan, layanan KRL dan juga TransJakarta sempat terkendala terkait layanan operasi mereka.

Seperti diberitakan, jalur rel kereta di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, sempat terendam banjir pada pukul 13.20. Sementara itu, PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta mengalihkan lima rute layanan Mikrotrans akibat genangan air yang menghalangi operasional angkutan tersebut di sejumlah wilayah.
 

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021