Aktivis pusat pembelaan hak-hak perempuan dari Women's Crisis Centre-WCC Palembang menilai tren kekerasan seksual terhadap perempuan terutama remaja putri di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.

"Tindak kekerasan seksual yang menimpa remaja putri berdasarkan data hingga November 2020 ini mencapai 96 kasus padahal sebelumnya berkisar pada angka 50-70 kasus," kata Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi di Palembang, Selasa.

Baca juga: Tokoh lintas agama imbau semua pihak tidak terprovokasi peristiwa kekerasan Sigi

Dia menjelaskan, remaja putri yang mengalami tindak kekerasan seksual itu mulai dari pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga mahasiswa.

Tindak kekerasan yang dialami para remaja putri tersebut antara lain diperlakukan oleh pasangan prianya kurang "sehat" dalam berpacaran, pelecehan seksual, dan perkosaan.

Korban tindak kekerasan seksual ada yang meminta WCC mendampinginya mengambil langkah hukum menyelesaikan kasus tersebut dengan melaporkan pelakunya kepada polisi, ada yang memendam kasusnya karena malu.

Kekerasan seksual terhadap perempuan yang bermuara dari ketimpangan relasi gender trennya meningkat karena berlaku penilaian moralitas yang cenderung menyalahkan dan menstigma korban, katanya.

Menurut dia, para korban tindak kekerasan seksual yang meminta bantuan WCC, diberikan pendampingan advokasi jika ingin mengambil tindakan hukum dan diberikan penanganan psikologis untuk mengatasi traumanya.

Selain itu untuk menangani korban tindak kekerasan seksual, pihaknya membangun layanan pengaduan para korban tersebut di sekolah dan kampus dengan melatih guru, pelajar yang tergabung di OSIS dan aktivis kampus.

Sedangkan untuk menekan angka kasus tindak kekerasan seksual terhadap remaja putri di daerah ini agar tidak menjadi permasalahan serius, pihaknya terus melakukan kampanye "Stop Kekerasan Seksual" di berbagai kesempatan.

Melalui kampanye itu diharapkan meningkatkan pemahaman publik mengenai kekerasan terhadap perempuan serta meningkatkan partisipasi publik untuk menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, ujar Yeni.

Pewarta: Yudi Abdullah

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020