Total kasus positif  Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta menembus angka 91.337 kasus setelah pada Kamis (15/10)  terjadi penambahan sebanyak 1.071 kasus dari jumlah sebelumnya 90.266 kasus.

Berdasarkan data di corona.jakarta.go.id, Kamis, pertambahan kasus yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 1.038 kasus, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Rabu (14/10)  yang dilaporkan Kamis ini sebanyak 982 kasus dan akumulasi data dari laporan sebelumnya yang baru masuk pada Kamis ini sebanyak 89 kasus.

Baca juga: Bio Farma dipercaya untuk produksi vaksin COVID-19 oleh CEPI

Dari data pertambahan pasien positif COVID-19 Jakarta selama sepekan terakhir, pertambahan sebanyak 1.071 kasus ini, lebih tinggi dibandingkan penambahan pada Rabu (14/10) sebanyak 1.038 kasus, pada Selasa (13/10) sebanyak 1.054 kasus, pada Jumat (9/10) sebanyak 972 kasus, dan pada Kamis (8/10) sebanyak 1.009 kasus.

Akan tetapi angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertambahan pada Senin (12/10) sebanyak 1.168 kasus, pada Minggu (11/10) sebanyak 1.389 kasus, pada Sabtu (10/10) sebanyak 1.253 kasus, kemudian pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak selama pandemi.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Untuk pengujian usap (swab test) sampai dengan hasil tes PCR terakhir pada Rabu (14/10), memiliki rincian dilakukan tes pada 11.583 spesimen yang di dalamnya ada 9.886 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 982 kasus positif dan 8.904 kasus negatif.

Dengan demikian, rataan tes PCR total per satu juta penduduk setelah perkembangan COVID-19 pada Selasa ini, sebanyak 103.425. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 67.766.

Sampai dengan tes terakhir pada Rabu (14/10) itu, sudah ada 1.494.221 spesimen (naik dari sebelumnya 1.480.638 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Dari jumlah tes di atas, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Kamis ini, tercatat di angka 10,9 persen (naik dari sebelumnya 10,8 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan tidak lebih dari lima persen sehingga terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Senin ini, adalah sebesar 8,3 persen (sama seperti sebelumnya).

Untuk pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta, per Kamis ini, terjadi pertambahan sebanyak 1.050 orang yang meningkatkan jumlah pasien sembuh dari sebelumnya sebanyak 74.924 orang, menjadi 75.974 orang.

jumlah pasien sembuh itu, adalah sekitar 83,2 persen (bertambah dari sebelumnya 83,0 persen) dari total kasus positif yang terpantau pada Jumat ini sebesar 91.337 orang.

Di dalam total kasus positif tersebut, sebanyak 13.379 orang (turun dua dari sebelumnya 13.381 orang) masih dirawat/diisolasi, serta 1.984 orang (bertambah 23 dibanding sebelumnya 1.961 orang) meninggal dunia, atau 2,2 persen dari total kasus positif.

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2020