Penajam berencana dirikan pos sigap bencana desa/kelurahan

Penajam berencana dirikan pos sigap bencana desa/kelurahan

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (Antaranews/Novi Abdi)

Penajam (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur berencana mendirikan pos sigap bencana di setiap desa dan kelurahan agar penanggulangan bencana di daerah itu dapat dilakukan secara optimal.

"Pendirian pos sigap bencana di setiap desa dan kelurahan itu sangat penting untuk penanggulangan bencana dengan cepat," kata Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud di Penajam, Senin.

Selain mendirikan pos sigap bencana, kata dia, juga akan dibentuk tim sigap bencana untuk mengisi setiap pos yang didirikan di desa dan kelurahan di daerah tersebut.

"Tim sigap bencana itu berjaga di pos yang tersebar di 54 desa/kelurahan di empat kecamatan, sehingga bencana dapat ditanggulangi dengan maksimal," ujar dia.

Bupati Gafur mengatakan personel di setiap tim sigap bencana yang tersebar di 54 pos tersebut, di antaranya petugas pemadam kebakaran, kesehatan, dan kebersihan.

Abdul Gafur Mas'ud menargetkan pendirian pos serta pembentukan tim sigap bencana di 54 desa dan kelurahan tersebut, direalisasikan paling lambat pada 2021.

Pengadaan pos dan pembentukan tim sigap bencana itu, kata dia, sebagai kebutuhan penting bagi daerah setempat.

Namun, Abdul Gafur Mas'ud meminta masyarakat bersabar karena program penanggulangan bencana harus terstruktur dan sesuai dengan keuangan daerah.

"Pendirian pos dan pembentukan tim sigap bencana di setiap desa dan kelurahan itu sudah direncanakan sejak lama," katanya.

Kebutuhan untuk penanggulangan bencana di Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, relatif banyak, termasuk kelengkapan untuk penanggulangan bencana kebakaran.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara memerlukan peremajaan mobil pemadam kebakaran karena kondisi sejumlah kendaraan saat ini sudah tidak layak digunakan dan sering rusak.

"Mobil pemadam kebakaran yang ada saat ini kebanyakan usianya sudah tua serta jumlahnya masih kurang," ungkap Abdul Gafur Mas'ud.

Baca juga: YKRI luncurkan aplikasi sigap bencana "Sibaja"
Baca juga: BPPT tingkatkan koordinasi posko penanggulangan kekeringan di Halim
Pewarta : Novi Abdi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019