Kemenperin pacu daya saing desain IKM lewat ajang IGDS 2019

Kemenperin pacu daya saing desain IKM lewat ajang IGDS 2019

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih. ANTARA/Kemenperin/am

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) terus meningkatkan inovasi dan kreasi desain produknya melalui penyelenggaraan ajang penghargaan tertinggi dalam bidang desain industri dan produk di Tanah Air yakni Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019.

"Kami berharap melalui ajang IGDS 2019 ini akan membangun produk IKM berkualitas prima, serta memiliki desain yang menarik," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

IGDS 2019, ungkapnya, juga berpotensi mengangkat kemampuan dan potensi yang ada di Indonesia, baik seni, budaya, maupun kompetensi sumber daya manusianya.

Gati menuturkan, pihaknya aktif memompa semangat pelaku IKM nasional agar terus berbenah dalam menghasilkan produk yang inovatif dan kompetitif melalui berbagai cara, di antaranya pendampingan, pelatihan hingga pemberian penghargaan.

Ditjen IKMA menggelar IGDS sejak 2001 dan sempat menyelenggarakan dua tahun sekali selama periode 2012-2016. IGDS 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-16.

"Kami ingin memberikan apresiasi terhadap kiprah para seniman desain dan juga mendorong anak-anak muda agar bersaing dalam menciptakan produk dengan desain yang bagus," ujarnya.

Pada ajang IGDS 2019, ada empat jenis penghargaan, yaitu IGDS Best 20 yang diberikan kepada 20 produk terbaik. Kemudian, penghargaan People’s Choice diberikan kepada satu produk yang dipilih secara online. Ada pula penghargaan Best 3 yang diberikan kepada tiga produk terbaik.

Terakhir, penghargaan Grand Award sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada produk terbaik.

"Dalam empat jenis penghargaan tersebut terdiri dari enam kategori, yaitu produk furnitur dan home decor, produk industri kriya, produk perihiasan dan aksesoris fesyen, kemasan inovatif, alas kaki dan apparel, serta perlengkapan kantor," sebut Gati.

Dalam penyelenggaraan IGDS 2019, dimulai dengan open call pada 23 Juli 2019 hingga 15 September 2019. Sementara itu, malam penganugerahan digelar pada 18 Oktober 2019 di Jakarta. Pada tahap akhir, akan dipilih sebanyak empat finalis.

Peserta akan melakukan presentasi final di depan tim juri untuk menentukan Best 3 dan pemenang Grand Award.

"Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang Best 3 dan Grand Award, kami akan menyediakan hadiah uang tunai dan international trip berupa workshop atau pameran," ungkap Gati.

Pada penyelenggaraan kali ini, IGDS 2019 mengusung tema Indonesian Design Goes Global.

Gati menyampaikan, persaingan yang dihadapi dunia industri saat ini semakin ketat, sehingga diharapkan para pelaku industri nasional khususnya sektor IKM mampu melakukan
pengembangan produk yang dapat diterima dan diapresiasi oleh pasar.

Apalagi, solusi dan manfaat produk yang sesuai bagi konsumen akan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik.

"Penyelenggaraan IGDS 2019 ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, namun sebagai gerakan yang meningkatkan citra positif bangsa melalui produk-produk Indonesia yang inovatif dengan kualitas desain yang baik," tandasnya.

Baca juga: Kemendag kembangkan desain produk tingkatkan daya saing
Baca juga: Produk Indonesia bersaing dalam kompetisi desain di Jepang
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019