Jakmania dilarang oleh bosnya merazia Bobotoh

Jakmania dilarang oleh bosnya merazia Bobotoh

CEO Persija Jakarta Ferry Paulus (tengah), Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief (kedua dari kanan), Security Officer Persija Dicky Milano (kedua dari kiri) dan perwakilan panitia pelaksana pertandingan Persija Hanifditya (kiri) memberikan keterangan mengenai persiapan laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 Persija versus Persib di Kantor Persija, Jakarta, Senin (8/7). Pertandingan itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7), mulai pukul 15.30 WIB. (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum kelompok suporter klub Persija Jakarta, The Jakmania, Ferry Indrasjarief, melarang anggotanya meraziaa (sweeping) pendukung Persib Bandung yang biasa disebut Bobotoh saat pertandingan kedua tim dalam  Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7).

"Tidak perlu ada sweeping. Datang ke stadion untuk fokus menonton Persija," ujar Ferry di Kantor Persija, Jakarta, Senin.

Pertandingan Persija versus Persib mulai pukul 15.30 WIB itu sendiri disepakati berlangsung tanpa pendukung Persib.

Ferry meminta The Jakmania menjaga ketertiban selama berada di stadion dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan.

The Jakmania juga tidak boleh terpancing oleh pernyataan-pernyataan provokatif di media sosial.
Baca juga: Pertandingan Persija-Persib disepakati tanpa Bobotoh

"Biarkan saja kalau ada pihak yang mengunggah apa pun di media sosial," kata Ferry.

Dia memerintahkan para koordinator lapangan The Jakmania untuk mengawasi tindak tanduk anggotanya agar tidak ada yang bergerak di luar perintah.

Ferry  juga mengimbau Jakmania yang tidak memiliki tiket, untuk tidak mendatangi  SUGBK.

"Kasihan datang jauh-jauh dari luar Jakarta tapi tiket sudah habis. Mari jaga kita jaga kepercayaan dari pihak Persija dan kepolisian kepada The Jakmania," kata dia.

Baca juga: Polisi: 12 ribu personel gabungan kawal Persija versus Persib di SUGBK
Pewarta : Michael Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019