Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Pyongyang, Korea Utara, memberikan bantuan bahan bakar untuk mesin pertanian dalam rangka membantu petani di Koperasi Pertanian Persahabatan Indonesia-Korea Utara "Yaksu" meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka.

Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu beserta staf KBRI Pyongyang berkunjung ke Koperasi Pertanian Yaksu di wilayah Kangso, sekitar 32 kilometer barat Ibu Kota Pyongyang, Korea Utara, pada 4 Juli 2019, menurut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

"Sebagai wujud kepedulian dan keinginan untuk bekerja sama kami datang ke sini, bertemu langsung dengan wakil pemerintah, pengurus koperasi dan masyarakat setempat di lapangan. Saya juga anak petani dan disekolahkan dari hasil pertanian. Jadi saya dekat dengan dunia pertanian dan pentingnya bidang pertanian," katanya.

Koperasi Pertanian Yaksu merupakan koperasi pertanian persahabatan antara Indonesia dan Korea Utara yang dibentuk oleh pemerintah Korea Utara sejak 20 tahun lalu sebagai wujud dari hubungan baik dan kerja sama bilateral yang terjalin erat sejak pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung.

Secara simbolis, Dubes Berlian menyerahkan bantuan solar 170 liter dan papan nama bertuliskan ”Korea-Indonesia Friendship Yaksu Co-operative Farm” di depan Koperasi Pertanian Yaksu.

Setelah kunjungan ke Koperasi Yaksu, KBRI Pyongyang juga berkunjung ke Sekolah Taman Kanak-Kanak Yaksu untuk memberikan bantuan makanan berupa sereal, biskuit dan susu yang seluruhnya merupakan produk Indonesia yang tersedia di berbagai toko di Korea Utara.

Dubes RI mengatakan bantuan yang diberikan kepada koperasi dan taman kanak-kanak tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah RI untuk terus memelihara hubungan baik dengan Korea Utara.

Berlian berharap kunjungan itu juga dapat berperan dalam menjembatani hubungan antara rakyat kedua negara sekaligus meningkatkan kerja sama bilateral di bidang sosial dan budaya.

"Secara geografis, letak kedua negara tidak terlalu jauh. Namun saat ini, rakyat Indonesia dan Korea Utara masih belum sepenuhnya mengenal lebih dekat satu sama lain. Kami berharap melalui kunjungan ini, dapat tercipta rasa saling pemahaman yang menimbulkan rasa keingintahuan lebih terhadap negara satu sama lain. Tak kenal maka tak sayang, kalau kita tidak saling kenal, maka kita tidak saling peduli, dan kalau kita tidak saling peduli, maka kita tak bekerja sama," ujar dia.

Terkait bantuan Indonesia tersebut Ketua Koperasi Pertanian Persahabatan Yaksu, Ro Ki Nam, menyatakan sangat gembira menerima kunjungan KBRI Pyongyang setiap tahunnya.

Ro menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada KBRI Pyongyang yang selalu konsisten menjaga hubungan baik dengan Koperasi Pertanian Persahabatan Yaksu.

”Indonesia menaruh perhatian besar terhadap kami melalui KBRI Pyongyang. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang senantiasa membantu. Kami percaya bahwa hubungan baik ini akan terus terjalin dan semakin meningkat ke depannya untuk memakmurkan rakyat kedua negara,” ujar Ro Kil Nam.

KBRI Pyongyang berkomitmen untuk memajukan hubungan kedua negara yang semakin berkembang dengan terus berupaya merangkul berbagai institusi di Korea Utara melalui pemberian bantuan dan pelaksanaan berbagai program, seperti pertukaran kesenian, kebudayaan, olah raga, dan promosi kuliner.

Baca juga: Pengunjung Pyongyang International Trade Fair gemari produk Indonesia

Baca juga: Jepang minta Indonesia lebih terlibat soal Korut

Baca juga: Peran Indonesia dalam perdamaian Semenanjung Korea diapresiasi


Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azizah Fitriyanti
Copyright © ANTARA 2019