Pelempar bom molotov di dua lokasi di Magelang diduga sama

Pelempar bom  molotov di dua lokasi di Magelang diduga sama

Penjaga Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang menunjukkan pintu garasi yang hangus akibat lrmparan molotov. (ANTARA News/Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Pelempar bom molotov yang terjadi di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang dan Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota pada Rabu (3/7) malam diduga sama, kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Madhi.

"Hasil penyelidikan sementara pelaku merupakan orang yang sama melakukan pelemparan di dua tempat, yakni di Kantor Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota dan di depan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang," katanya di Magelang, Jumat.

Kapolres mengatakan telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi di kedua tempat kejadian tersebut sebanyak tujuh orang.

Baca juga: Polisi periksa empat saksi pelemparan molotov di Magelang

Baca juga: Polisi selidiki pelemparan molotov di Rumdin Ketua DPRD Kota Magelang


Selain itu, telah dilakukan pengecekan dan mengambil rekaman CCTV di beberapa titik lokasi kemudian untuk di analisa secara mendalam.

"Guna penyelidikan lebih lanjut, kami mengirimkan barang bukti yang ditemukan di TKP berupa pecahan botol ke Laboratorium Forensik Semarang," katanya.

Baca juga: Polrestabes selidiki teror bom molotov di Surabaya

Baca juga: Patroli Kelurahan Pejagalan amankan bom molotov dan petasan


Seorang penjaga Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Bambang Tri Harwanto mengatakan saat kejadian pelemparan molotov sekitar pukul 22.15 WIB dirinya sedang ngobrol dengan seorang teman di teras Rumah Dinas Ketua DPRD.

Ia mengatakan kebetulan Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno tidak ada di rumah dinas karena sedang ada acara di luar kota.

"Saat kami ngobrol dikagetkan dengan lemparan dan kemudian ada api di depan garasi. Selanjutnya kami matikan dengan menyemprotkan air dari selang yang tidak jauh dari titik api," katanya.

Akibat lemparan molotov yang menimbulkan kobaran api tersebut pintu garasi Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelamg terlihat hangus, namun tidak sampai terbakar. 
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019