Bocah perempuan taklukkan tebing granit El Capitan

Bocah perempuan taklukkan tebing granit El Capitan

Selah Schneiter (10) dari Colorado, dan ayahnya Mike beristirahat saat memanjat melalui rute "The Nose" di El Capitan, di Yoesmite Park, California, AS, pada 11 Juni 2019 dalam foto yang diperoleh dari media sosial. (SCHNEITER FAMILY/SOCIAL MEDIA)

Jakarta (ANTARA) - Seorang gadis berusia sepuluh tahun asal Amerika Serikat menciptakan sejarah dalam dunia panjat tebing dengan menjadi manusia termuda yang berhasil menaklukkan tebing ikonik El Capitan di Taman Nasional Yosemite.

Selah Schneiter dari Colorado memanjati rute "The Nose" setinggi 900 meter, bersama ayahnya yang merupakan pemanjat berpengalaman dan seorang teman keluarga itu, selama lima hari. Dia merayakan keberhasilannya itu pada 12 Juni dengan menyantap pizza.

"Saya sungguh tak menyangka telah berhasil melakukannya," kata Schneiter dalam video yang mengabadikan momen dia mencapai puncak tebing granit di California tengah itu seperti dikutip AFP.

Ayahandanya mengungkapkan Selah sempat syok telah mencapai puncak tebing granit itu dan kemudian menangis.

"Dia mengaku itu adalah air mata bahagia pertamanya," kata sang ayah. "Kami kelelahan setelah mendaki selama lima hari dan berkemah malam itu, tetapi dia kembali seperti anak kecil dan ingin memeriksa apa saja, menjelajah nyaris seperti tak terjadi apa-apa."
Selah Schneiter (10) asal Colorado, memanjat rute "The Nose" di El Capitan, di Yoesmite Park, California, AS, pada 10 Juni 2019 dalam foto yang diperoleh dari media sosial.(SCHNEITER FAMILY/SOCIAL MEDIA)


Selama mendaki mereka mengaku berusaha santai dengan membicarakan dunia dan kehidupan.

Schneiter menyatakan panjat tebing adalah bagian besar dari kehidupan keluarganya. Dia sendiri bertemu untuk pertama kalinya dengan sang istri saat memanjat El Capitan.

Selah kini berencana menyemangati adik laki-lakinya yang berusia tujuh tahun agar mengikuti jejaknya.

Pada 2017, pemanjat terkenal Alex Honnold menjadi orang pertama yang memanjat tebing granit ini tanpa tali atau perangkat keselamatan.

Dia hanya perlu kurang dari empat jam dan aksinya itu diabadikan tim pembuat film dalam video dokumenter "Free Solo" yang meraih Oscar.

Baca juga: FPTI siapkan 10 atlet terbaik bidik tiket Olimpiade 2020
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019