KSOP Kendari tunda pemberanagkan kapal melebihi penumpang

KSOP Kendari tunda pemberanagkan kapal melebihi penumpang

Beginilah Aktivitas kapal penumpang di pelabuhan Kendari menjelang lebaran Idul Fitri setiap tahunnya. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Kendari, Sulawesi Tenggara tidak memberi tolerasni bagi setiap kapal penumpangan untuk melakukan pelayaran bila melebihi batas penumpang dan barang (over kapasitas) yang telah di atur.

Pantauan di lapangan, Kamis, sedikitnya dua kapal penumpang yang akan berlayar mengangkut pemudik Lebaran di pelabuhan Kendari terpaksa ditunda berlayar, karena dua kapal tersebut melebihi kapasitas.

Kedua kapal yang ditunda berlayar adalah kapal Ekspres Bahari 6e dipindahkan ke kapal Bahari 5e tujuan Kendari-Raha-Baubau, dan kapal Napoleon dipindahkan ke kapal Bunda Maria tujuan Kendari-Ereke-Wanci.

Kepala KSOP Kendari, Benyamin Ginting menjelaskan penundaan itu bertujuan untuk  memastikan keselamatan berlayar bagi seluruh penumpang yang akan mudik.

"Saat kami melihat kelebihan penumpang, itu dibuktikan ketika kapal itu garis muatnya sudah di bawah air, tentunya secara otomatis kita tidak berangkatkan ” ungkap Benyamin saat melakukan peenyelidikan kapal di dermaga Pelabuhan Pangkalan Perahu Kendari,

Menurut Benyamin, selain itu kondisi cuaca yang kurang baik menjadi penyebab penundaan keberangkatan kapal yang akan berlayar saat ini.

"Ombak di laut saat ini sangat tinggi, contohnya di perairan Wanci berkisar antara 2 sampai 2,5 meter, dengan ukuran kapal yang hampir sama semestinya tidak bisa berangkat," ujaranya.

Benyamin menyampaikan kepada penumpang tidak perlu khawatir, sebab semua kapal laut telah menyiapkan kapal cadangan ketika ada kelebihan kapasitas.

"Kami tetap berangkatkan meski ada penundaan contohnya penumpang di kapal Ekspres Bahari-6e diturunkan dan dipindahkan ke kapal Bahari 5e, dan akan berangkat bersamaan," imbuhnya.

Disisi lain KSOP sangat menyayangkan masih ada oknum yang menjual tiket diluar jumlah yang ditentukan, pihaknya akan mengevaluasi agar hal itu tidak terjadi lagi.

"Kami menduga masih ada yang bermain-menjual tiket melebihi jumlah yang ada, contohnya kapal bahari kapasitasnya 550 orang maka tidak bisa ada tiket yang dijual diatas jumlah tersebut," ujarnya.”

KSOP Kendari akan lebih memperketat pengawasan demi lancarnya arus mudik lebaran yang sudah memasuki H-6

"Kita pastikan mulai hari ini semua penjualan tiket kami akan awasi, penumpang masuk ke pelabuhan harus memiliki tiket yang resmi dibeli di loket, tidak lupa bagi penumpang agar bisa bersabar dan tidak tergesa gesa karena kami pastikan semua akan bisa berangkat dengan aman dan lancar," katanya. 
 
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019