Pelepasan ikan tandai upacara "Fang Shen" peringati Waisak

Pelepasan ikan tandai upacara

Umat Buddha di Pulau Dewata menggelar upacara "Fang Shen" (pembebasan makhluk hidup kehabitatnya) dengan melepas ribuan ekor ikan di Pelabuhan Benoa Bali, Minggu (19/5/2019) (Antaranews Bali/Komang Suparta/I020/2019)

Denpasar (ANTARA) - Pelepasan ribuan ekor ikan ke habitatnya di laut sekitar Pelabuhan Benoa, menandai  ritual upacara "Fang Shen" atau pembebasan hidup serangkaian Hari Tri Suci Waisak 2563 yang dilakukan umat Buddha di Denpasar, Bali.

Ketua Flourishing Buddhist Center (FBC) Bali, Anny Go di Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu, mengatakan kegiatan kali ini adalah melaksanakan doa-doa dihaturkan sebagai rangkaian upacara "Fang Shen" yang bermakna pembebasan kehidupan atas mahluk hidup sebagai bentuk kasih sayang sesuai ajaran Buddha.

Ia mengatakan pembebasan kehidupan disimbolkan dengan pelepasan ribuan ekor ikan ke habitatnya di laut. Ribuan ikan yang dilepas terdiri dari berbagai jenis dan ukuran.

Upacara ini diyakini memberi kebebasan pada mahluk hidup lain dan tidak terbelenggu untuk memenuhi keinginan dari manusia.

“Maknanya kita mendapatkan pelimpahan karena mendoakan makhluk hidup mendapat kehidupan yang lebih bahagia," katanya.

Anny Go lebih lanjut menjelaskan upacara ritual "Fang Shen" juga merupakan pesan kepada umat untuk selalu menanamkan rasa welas asih dan dharma kepada sesama mahluk ciptaan Tuhan dan lingkungan demi tercapainya kebahagiaan hidup.

Sebelum melepaskan ribuan ikan tersebut, para umat Buddha melakukan puja mantra yang diikuti peserta kegiatan itu, sebagai wujud persembahan kepada Tuhan untuk mengantarkan satwa hidup yang akan dilepas kembali ke habitatnya.

Seorang panitia upacara tersebut sekaligus Wakil Ketua FBC Bali, Agus Arya mengatakan acara ritual pelepasan makhluk hidup, salah satunya ikan ke habitatnya bermakna untuk melepaskan keterikatan oleh penghuni alam ini, seperti manusia itu sendiri.

"Makna dari pelepasan satwa hidup, yakni ikan untuk bisa hidup di alamnya. Sebagai manusia harus memberikan kebebasan, tak terbelenggu untuk memenuhi keinginan dari manusia tersebut. Biarkan mereka hidup, karena apa yang ada di dunia adalah ciptaan Tuhan," ujarnya.

Dikatakan kegiatan ini sebagai makna dalam kehidupan manusia tidak saja mengkonsumsi ikan, tetapi ikan tersebut juga dilepasliarkan dalam habitatnya.

"Upacara ini juga bermakna untuk membebaskan makhluk-makluk hidup dalam habitatnya. Ini juga sebagai bentuk pelestarian alam," katanya.

Baca juga: Perayaan Waisak doakan kebijaksanaan pejabat negara dan legislator
Baca juga: Pelepasan ribuan lampion Waisak buat perdamaian Indonesia
Baca juga: Prosesi pembakaran Patung Buddha warnai Waisak di Mojokerto
Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019