Semen Padang berharap segera atasi kendala bahasa dua legiun asing

Semen Padang berharap segera atasi kendala bahasa dua legiun asing

Pelatih Semen Padang FC Syafrianto Rusli setelah menggelar latihan fisik bersama tim di Pantai Muaro Lasak Kota Padang, Sabtu (30/3/2019). (ANTARA/Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Pelatih kepala Semen Padang, Syafrianto Rusli, berharap bisa segera mengatasi kendala bahasa yang dialami dengan dua legiun asing mereka, yakni Shukurali Pulatov asal Uzbekitasn dan Karl Max "Dhanny" Berthelemy (Chad).

Pasalnya, berbeda dengan Mario Barcia (Argentina) dan Nildo Victor Juffo (Brazil) yang fasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam keseharian, Pulatov lebih banyak berbahasa Rusia dan Dhanny berbicara dalam bahasa Prancis.

"Baik Pulatov dan Dhanny tidak memiliki bahasa Inggris yang bagus dan ini tentu menjadi hambatan bagi kami. Namun kita juga berupaya agar mereka dapat cepat berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia kalau perlu bahasa Minang," katanya usai memimpin sesi latihan fisik di Pantai Muaro Lasak, Padang, Sabtu.

"Kami tentu berharap kendala bahasa ini dapat segera teratasi dan komunikasi pemain dan pelatih dapat berjalan dengan baik," ujarnya menambahkan.

Hal itu agar setiap pesan dan instruksi terkait pola permainan yang ia inginkan bisa tersampaikan dengan baik kepada para pemain asing tersebut.

Baca juga: Semen Padang tingkatkan fisik pemain jelang Liga 1

Di sisi lain, Syafrianto juga enggan membicarakan lebih lanjut mengenai rencana Semen Padang mendatangkan dua pemain lokal berposisi bek dan sayap karena khawatir mengganggu konsentrasi para pemainnya.

“Kami ingin fokus untuk mempersiapkan tim dan menjaga jiwa pemain agar tetap tenang dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nanti,” kata dia.

Sebelumnya Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Rinold Thamrin mengakui tim “Kabau Sirah” akan mendatangkan dua pemain lokal yang berposisi sebagai pemain belakang dan pemain sayap.

Baca juga: Semen Padang siapkan anggaran Rp32 miliar arungi Liga 1 2019

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019