400 mahasiswa diperkenalkan pada tambang emas

400 mahasiswa diperkenalkan pada tambang emas

Tim manajemen PT Agincourt Resources berfoto bersama dengan mahasiswa peserta EJC gelombang pertama di PRSU (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - PT Agincourt Resources menargetkan bisa mengedukasi tentang usaha pertambangan di Indonesia untuk sekitar 400 mahasiswa di ajang Pekan Raya Sumatera Utara 2019 di Medan.

"Edukasi kepada mahasiswa dalam program ECJ (E-Coaching Jam) yang digelar di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) 2019 di Medan kami nilai penting," ujar Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian di Medan, Sabtu.

Melalui edukasi secara langsung diharapkan mahasiswa mengetahui lebih luas lagi tentang dunia pertambangan khususnya di Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut.

Dengan semakin mengetahui usaha tambang dari perusahaan langsung, maka mahasiswa diharapkan bisa menyikapi secara cerdas tentang berbagai isu pertambangan bahkan kelak bisa menjadi terlibat di usaha itu yang sumber daya manusia (SDM)-nya terdiri dari berbagai lulusan fakultas.

Katarina Siburian Hardono menjelaskan, ECJ Tambang Emas Martabe merupakan wadah komunikasi baik secara online maupun temu muka, yang memungkinkan para mahasiswa berbagai jurusan terkait dunia pertambangan dari sejumlah universitas di Sumut untuk mendapatkan bimbingan dari para praktisi Tambang Emas Martabe.

"Bimbingan itu untuk melengkapi pendidikan akademis agar para mahasiswa lebih mengetahui luas dan bahkan siap terjun ke dunia tambang," katanya.

Penekanan pada ECJ di PRSU 2019 sendiri, katanya adalah pengetahuan mengenai aspek-aspek utama yang menjadikan Tambang Emas Martabe tambang berkelas dunia dan komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.

Selama lebih dari enam tahun beroperasi penuh, Tambang Emas Martabe, ujar dia, sangat berkomitmen pada pengelolaan lingkungan, operasional, keselamatan dan kesehatan, serta sumber daya manusia khususnya penerapan inisiatif keberagaman gender.

"Martabe terus berupaya meningkatkan kontribusi sosial dan finansial signifikan khususnya di daerah Tapanuli Selatan, serta provinsi Sumut," ujar Katarina.

Katarina menyebutkan, setelah 9 Maret, EJC menjelaskan tentang pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Tambang Emas Martabe, akan ada tiga sesi lain mulai tentang SDM dan keberagaman, praktik pengeboran dan peledakan di Tmbang Emas Martabe, dan kemandirian masyarakat berbudaya kesehatan dan keselamatan kerja

“ECJ yang merupakan program yang dilakukan sejak 2014 sudah memberi edukasi kepada sekitar 1.800 orang," ujarnya.

Selain di PRSU, Tambang Emas Martabe juga menyelenggarakan edukasi kepada masyarakat khususnya di setiap akhir tahun.

Salah seorang peserta EJC dari mahasiswa FMIPA USU, Yuni Rambe mengakui, edukasi tentang tambang itu sangat berguna. "Saya semakin memahami banyak hal tentang pertambangan," katanya.*

Baca juga: Saham pemda di tambang emas Martabe tidak berubah

 
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019