BMKG uji sirine peringatan dini tsunami di Cilacap

BMKG uji sirine peringatan dini tsunami di Cilacap

Petugas mengecek perangkat server sirene sistem peringatan dini tsunami saat uji coba rutin di Banda Aceh, Aceh, Senin (26/11/2018). Uji coba membunyikan Tsunami Early Warning System (TEWS) yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada setiap tanggal 26 setiap bulannya untuk mengecek dan perawatan perangkat komunikasi dan server sirene peringatan bencana tsunami. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.

Banjarnegara, Jawa Tengah (ANTARA News) - Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap menguji coba alat peringatan dini tsunami di Kantor Kelurahan Tegal Kamulyan dan BTS Telkomsel di Kelurahan Jetis, Kabupaten Cilacap.

"Stasiun Geofisika Banjarnegara ikut mendampingi kegiatan tersebut," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhise di Banjarnegara, Selasa.

Petugas dari BPBD Cilacap sesuai dengan SOP yang telah disepakati ikut dalam kegiatan tersebut dan semua tahapan berjalan dengan lancar, katanya.

Dia menjelaskan sesuai protokol yang telah ditetapkan, sirine di Tegal Kamulyan berbunyi pukul 10.00 waktu setempat.

"Dicoba aktivasi otomatis juga dari pusat (BMKG Jakarta) berhasil sebanyak tiga kali," katanya.

Sirine tsunami di Jetis juga berbunyi pukul 10.01 waktu setempat sesuai protokol.

"Berhasil berbunyi, dan diaktivasi secara otomatis dari BMKG pusat juga telah berbunyi sebanyak tiga kali," katanya.

Dia menjelaskan BMKG rutin menguji coba sirine tsunami untuk memastikan perangkat peringatan dini tsunami berfungsi dengan baik dan sewaktu-waktu bisa dioperasikan.

"BMKG ingin memastikan bahwa seluruh perangkat peringatan dini tsunami dalam kondisi baik dan dapat beroperasi dengan baik kapanpun dibutuhkan," katanya.

Ini dilakukan dalam rangka pengurangan risiko bencana gempa dan juga tsunami di Kabupaten Cilacap, katanya menambahkan.

Baca juga: BMKG: sirine peringatan dini tsunami tidak aktif
Baca juga: Banten butuhkan banyak sirine peringatan dini tsunami


 
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019