Program Gemar Makan Ikan di Kaltim dilanjutkan

Program Gemar Makan Ikan di Kaltim dilanjutkan

Warga menjemur ikan di desa Muara Pantuan, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (30/4). Berdasarkan data BPS dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, konsumsi ikan per kapita per tahun di Kaltim mencapai 58,35 kg jauh rata-rata standar nasional yakni 32,97 kg, hal itu juga didorong peningkatan produksi industri perikanan, terutama ikan tangkap, yakni udang windu, rumput laut, ikan nila, patin dan kerapu. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Samarinda, (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan Program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang juga merupakan program nasional untuk disosialisasikan ke masyarakat luas.

Kepala DKP Kaltim, Ir Riza Indra Riadi,  di Samarinda, Minggu, mengatakan, Pemprov Kaltim sudah membentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dengan tujuan memasyarakatkan dan menyinergikan program yang ada di masing-masing institusi dengan program nasional Gemarikan.

 "DKP dituntut terus mempmomosikan konsumsi ikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pada anak-anak dan balita, ibu-ibu hamil dan menyusui, serta kepada bapak-bapak atau ibu-ibu yang lanjut usia," katanya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, katanya, DKP Kaltim bekerja sama dengan PKK, yang telah memiliki kinerja dan jaringan yang strategis karena dalam melakanakan programnya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Program Gemarikan juga dapat membantu menguragi gangguan pertumbuhan anak balita (stunting) di daerah, termasuk anak yang mengalami gizi buruk, sehingga dengan gemar makan ikan, baik ikan yang berasal dari laut maupun ikan sungai, berbagai permasalahan tersebut dapat dimanimalisasi," ujarnya.

Selain sosialisasi dan menggalakkan Gemarikan, DKP Kaltim juga terus berusaha peningkatan potensi budi daya perikanan maupun perikanan tangkap yang bila dikembangkan dengan baik, maka mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Khususnya, kata dia, melalui pengembangan berbagai macam produk olahan dari hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis dan berdaya saing tinggi, yang diharapkan mampu mendorong percepatan peningkatan perekonomian rakyat.

"Kita juga terus melalukan pembinaan kepada usaha kecil menengah (UKM) yang ada di perdesaan dengan pengembangan turunan dari produksi ikan, seperti amplang maupun produk lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan perekonomian para pelaku UKM,?yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," demikian Riza Indra Riadi.

Baca juga: Ikan di Delta Mahakam aman dikonsumsi

Baca juga: DPR Minta DKP Serius Awasi "Trawl" di Kaltim
Pewarta : Arumanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019