Korban tsunami asal Boyolali dimakamkan

Korban tsunami asal Boyolali dimakamkan

Petugas Basarnas dibantu warga mengevakuasi korban meninggal akibat tsunami di pesisir Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12). ANTARA FOTO/Basarnas/pras.

Boyolali, Jateng,  (ANTARA News) - Dua jenazah korban bencana alam tsunami di pantai Tanjung Lesung Anyer, Provinsi Banten, telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa/Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin.

Dua jenazah korban tsunami asal Boyolali tersebut, yakni seorang ibu,  Briliyan Parmawati dan putranya Fahmi Resendriya, telah tiba di rumah duka Dukuh Tegalrejo sekitar pukul 07.30 WIB dengan dibawa dua mobil ambulans.

Jenazah ibu dan anak yang menjadi korban bencana tsunami tersebut kemudian dishalatkan di sebuah masjid desa setempat, dan kemudian dibawa ke rumah suaminya, di Jalan Sambi RT 3/2 Sambi Boyolali, sekitar pukul 09.00 WIB.

Jenazah Briliyan Parmawati dan putranya Fahmi Resendriya dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, yang diberangkatkan dari rumah duka RT 3/2 Sambi sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut Didik Fauzi Dahlan, suami almarhum Briliyan Parwati, dirinya bersama istri dan kedua anaknya mengikuti "Family Gathering" PLN unit induk Jawa bagian barat yang diadakan di pantai Tanjung Lesung Anyer, Banten, pada Sabtu (22/12).

Menurut Didik Fauzi, kegiatan Family Gathering PLN sebenarnya sudah acara terakhir dari dua hari yang digelar di pantai Tanjung Lesung.

"Kami saat kejadian duduk berempat di kursi paling depan. Namun, air dari belakang panggung tiba-tiba menerjang semua orang yang hadir di acara itu," ujar Didik, disela proses pemakaman istri dan putranya.

Menurut Didik, awalnya dirinya tidak mengira air tersebut dikira hanya merobohkan panggung hiburan saja, tetapi ternyata menyapu seluruh orang yang hadir termasuk dirinya bersama istri dan dua anaknya terseret terbawa air.

"Saya tidak bisa menyelamatkan istri dan anak kedua saya. Saya berusaha mencari, kemudian menemukan anak pertama dengan selamat. Saya mencari istri dan anak kedua, namun tidak berhasil menemukan karena kondisi malam hari," kata Didik.

Namun, kata Didik, ia melanjutkan mencari anak kedua dan istrinya tidak berhasil, karena tenaga sudah habis dan kondisi gelap, hanya bisa pasrah.

Menurut Didik, istri dan anak keduanya berhasil ditemukan, pada Minggu (23/12) pagi, tetapi dalam kondisi sudah meninggal. Jenazah istri dan anaknya kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Baca juga: BPBD: 14 orang meninggal di Anyer-Cinangka
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018