Mitos versus fakta seputar AIDS

Mitos versus fakta seputar AIDS

Petugas mengambil darah seorang aparatur sipil negara (ASN) untuk keperluan tes HIV/AIDS di Kantor Pemerintah Kabupaten Semarang, Ungaran, Jawa Tengah, Jumat (22/12/2017). Tes tersebut dilakukan pencegahan dini penularan virus HIV/AIDS di masyarakat, khusunya lingkungan ASN. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Put)

Jakarta (ANTARA News) - Mitos-mitos seputar penyakit yang menyerang kekebalan tubuh HIV dan AIDS terus berkembang di masyarakat hingga kini hingga menyebabkan kekhawatiran akan tertular jika berinteraksi langsung dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Padahal, HIV/AIDS tidak menular lewat kontak sosial," kata aktivis yang peduli dengan masalah HIV/AIDS, Baby Jim Aditya, saat dihubungi Antara, Sabtu.

Masih beredar anggapan di masyarakat untuk tidak bersosialisasi dengan ODHA karena tidak ingin tertular. Anggapan-anggapan yang keliru di tengah masyarakat menurut Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition, Aditya Wardhana, menimbulkan dampak buruk bagi ODHA dan juga masyarakat.

"Kalau perspektif masih seperti itu, yang rugi bukan hanya ODHA, tapi, juga masyarakat," kata Aditya kepada Antara.

ODHA yang mendapat diskriminasi akan menutup diri dari lingkungan sekitarnya, dia bisa saja tidak mau memeriksakan diri dan mengakses layanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakitnya.

"Dia secara tidak sengaja bisa menularkan HIV/AIDS ke orang lain karena dia tidak punya informasi yang cukup dan akses ke pengobatan," kata Aditya.

Aditya menyarankan untuk bersikap seperti biasa layaknya kita berinteraksi dengan sesama manusia ketika berhadapan dengan ODHA, virus tidak mudah menular ke lingkungan sekitar seperti anggapan yang beredar.

HIV/AIDS ditegaskan Baby tidak menular melalui kontak sosial, melainkan hanya dapat menular melalui darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu.

Berikut ini beberapa mitos dan fakta seputar penularan HIV/AIDS.

1. Bersalaman
Informasi ini tidak benar karena aktivitas sosial ini sama sekali tidak akan menularkan virus HIV/AIDS. HIV/AIDS dapat menular melalui cara tertentu, misalnya berhubungan seks dengan ODHA tanpa alat kontrasepsi.

2. Bertukar pakaian
Jelas tidak benar, kata Baby. Anggapan yang beredar di masyarakat HIV/AIDS dapat menular melalui keringat, faktanya, menurut Baby, virus tidak bisa hidup di keringat.

Dia mengkhawatirkan penyakit lain justru bisa menular melalui keringat, misalnya hepatitis.

3. Batuk atau bersin
Meskipun bisa saja mengeluarkan cairan saat batuk atau bersin, keduanya tidak menularkan HIV/AIDS karena virus terdapat di darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu.

4. Berbagi toilet
Tidak benar karena HIV/AIDS baru dapat menular melalui hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi.

5. Berenang
Aktivitas ini tidak menularkan HIV/AIDS, selain bukan tempat hidup virus, air kolam renang biasanya mengandung kaporit yang dapat mematikan kuman dan virus.

Baca juga: Masyarakat dinilai belum pahami penularan HIV/AIDS
Baca juga: YKIS: media harus stop stigma negatif terhadap ODHA

Baca juga: YKIS: media harus stop stigma negatif terhadap ODHA
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018