Peran Indonesia dalam perdamaian Semenanjung Korea diapresiasi

Peran Indonesia dalam perdamaian Semenanjung Korea diapresiasi

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom (kiri) membuka diskusi mengenai situasi terkini Semenanjung Korea yang diselenggarakan Kedubes Korea Selatan dan the Habibie Center di Jakarta, Selasa (27/11/2018). (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom mengapresiasi peran Indonesia dalam proses penciptaan perdamaian di Semenanjung Korea.

Dalam diskusi mengenai situasi terkini Semenanjung Korea yang diselenggarakan Kedubes Korea Selatan dan the Habibie Center di Jakarta, Selasa, Dubes Kim menyebut inisiatif Presiden Joko Widodo untuk mengundang pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam peringatan 30 tahun kemitraan ASEAN-Korea Selatan pada 2019.

"Usulan itu disampaikan Presiden Jokowi kepada Presiden Moon Jae-in di sela-sela KTT ASEAN di Singapura, dan dalam pertemuan dengan para pemimpin ASEAN Presiden Moon berjanji akan menindaklanjuti saran tersebut," kata Dubes Kim.

Sebagai negara yang bersahabat baik dengan Korea Selatan, juga memiliki hubungan bilateral dengan Korea Utara lebih dari 50 tahun, Indonesia mendukung penciptaan situasi damai yang berkelanjutan di Semenanjung Korea.

Meski akan membutuhkan waktu dan proses panjang, perdamaian ini diyakini akan mendukung stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan bersama.

Dalam Pernyataan Bersama Pemimpin ASEAN yang dirilis setelah KTT juga disebut mengenai komitmen Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi sepenuhnya serta menghentikan uji coba rudal dan nuklirnya.

"Langkah-langkah ini menegaskan peran dan kontribusi yang dilakukan ASEAN, terutama Indonesia, dalam proses penciptaan perdamaian di kawasan," ujar Kim.

Lewat berbagai upaya tersebut, Kim berharap dapat membangun kesepahaman terkait kemajuan terkini di Semenanjung Korea dan mengeksplorasi peluang kerja sama dalam penciptaan perdamaian dan stabilitas global.

Di lain pihak, Direktur Eksekutif The Habibie Center Rahimah Abdulrahim menilai tawaran Presiden Jokowi untuk mengundang Kim Jong-un dalam pertemuan ASEAN-Korea Selatan harus dipikirkan dengan serius.

Rahimah mengingatkan Indonesia agar memainkan peran nyata dalam proses penciptaan perdamaian di Semenanjung Korea, bukan hanya berperan pasif.

Pernyataan tersebut mengacu pada peran Singapura dalam KTT Amerika Serikat-Korea Utara pada Juni lalu, dimana Singapura hanya hadir sebagai tempat penyelenggara pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

"Saya rasa Indonesia atau negara ASEAN lainnya yang memiliki hubungan baik dengan kedua Korea bisa menggunakan taktik diplomasi sederhana untuk membangun hubungan antarmasyarakat. Budaya dialog yang dimiliki ASEAN juga dapat dipromosikan dalam komunikasi diantara pemimpin kedua Korea," kata Rahimah.

Peran ASEAN dalam penciptaan perdamaian di Semenanjung Korea, menurut dia, adalah menyediakan lingkungan yang kondusif untuk dialog dan interaksi.

Baca juga: Presiden sampaikan dukungan perdamaian dua Korea

Baca juga: Presiden Korsel menyambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Baca juga: Pakar sebut perkuat solidaritas ASEAN untuk "Pyongyang Declaration"


Baca juga: Dubes: masyarakat Korsel tanggapi positif pertemuan Intra-Korea

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018