Saham pemda di tambang emas Martabe tidak berubah

Saham pemda di tambang emas Martabe tidak berubah

Emas batangan (Reuters)

Medan (ANTARA News) - PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe, memastikan saham pemerintah daerah sebesar lima persen tidak berubah pascaakuisisi 95 persen saham oleh PT United Tractors Tbk (UNTR).

"Ya, benar ada akuisisi.Tapi, saham pemerintah daerah tidak berubah," kata Manajer Senior Komunikasi Perusahaan Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono saat dihubungi melalui telepon dari Medan, Kamis.

Alasannya, menurut dia, saham yang diakuisisi hanya porsi Agincourt yang sebanyak 95 persen.

Sementara, sisa lima persen saham Martabe dimiliki PT Artha Nugraha Agung (ANA), sebagai badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumut.

Komposisi kepemilikan saham ANA masing-masing 70 persen Pemkab Tapanuli Selatan dan 30 persen Pemprov Sumut.

Menurut Katarina, perjanjian akuisisi itu baru saja ditandatangani. "Karena perjanjian baru ya belum ada perubahan mendasar. Itu dulu keterangan saya," katanya.

UNTR mengakuisisi saham Agincourt Resources Pte Ltd di tambang emas Martabe, melalui PT Danusa Tambang.

Presiden Direktur United Tractors Gideon Hasan di Jakarta, mengatakan, tujuan akuisisi untuk membuat UNTR memiliki portofolio bisnis yang lebih berimbang.

Dengan mengakuisisi Martabe, maka UNTR tidak hanya bergantung terhadap bisnis batubara.

Gideon menegaskan, perseroan belum memiliki target kontribusi segmen bisnis emas terhadap UNTR, namun diharapkan kinerja Martabe bisa semakin meningkat .

Perjanjiaan pengambilalihan saham yang ditandatangani pada Rabu (8/8) mencakup dua transaksi.

Pertama, pengambilalihan 95 persen saham Agincourt Resources Pte Ltd milik PT Agincourt Resources senilai 917,9 juta dolar AS oleh Danusa.

Kedua, pemberian pinjaman dari UNTR dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UNTR yang memiliki 40 persen saham PT Danusa Tambang.

 
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018