Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akan memeriksa pemilik ruko kantor konsultan properti di kompleks ruko Grand Wijaya Center II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat ledakan terjadi pada Kamis dini hari.

"Kita sudah lakukan pemanggilan terhadap pemilik ruko untuk dimintai keterangan," kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar di Jakarta, Kamis.

Indra menambahkan polisi juga meminta keterangan lima saksi yang berada di lokasi kejadian, yang terdiri atas dua pedagang dan tiga pekerja yang menginap di ruko.

Dua pedagang yang berada di sekitar lokasi ledakan terluka karena kena pecahan kaca akibat ledakan tersebut. Sementara tiga pekerja yang akan diperiksa, saat ledakan terjadi berada di lantai empat ruko kantor konsultan properti yang tidak terkena dampak ledakan.

Polisi menduga ledakan di ruko itu dipicu oleh dari kebocoran regulator yang dipasang pada tabung gas, yang membuat gas bocor keluar hingga memenuhi ruangan tertutup dan kemudian kena percikan dari saklar otomatis.

Baca juga: Polisi: 11 ruko terdampak ledakan di Kebayoran
Baca juga: Polisi tak izinkan pegawai masuki ruko lokasi ledakan di Kebayoran

 
Petugas kepolisian memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan gas di Ruko Perkantoran Grand Wijaya Center, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (12/7/2018). Kapolres Metro Jaksel Komisaris Besar Polisi Indra Jafar menyatakan dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran tabung gas di ruko konsultan hukum pada pukul 04.30 WIB yang mengakibatkan tiga ruko di sekitarnya rusak parah. (ANTARA/Galih Pradipta)

Pewarta: Taufik Ridwan dan Susylo Asmalyah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2018