Pasca jip wisata Merapi terjun ke jurang, Sultan tekankan "SOP"

Pasca jip wisata Merapi terjun ke jurang, Sultan tekankan

Wisata Volcano Tour Merapi Wisatawan menggunakan mobil Jip ketika mengikuti wisata "Volcano Tour Merapi" di kawasan lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (29/12). Pada liburan Natal dan akhir tahun jumlah pengunjung yang mengikuti wisata edukasi sekaligus memacu adrenalin dengan berkeliling menggunakan Jip mengunjungi kawasan sisa erupsi Gunung Merapi 2010 tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Yogyakarta (ANTARA News) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwono X meminta jip wisata "Volcano Tour Merapi" memenuhi standar operasional prosedur sebelum kembali diizinkan beroperasi melayani wisatawan.

"Kalau tidak memenuhi (standar operasional prosedur/SOP) jangan diberikan izin untuk beroperasi," kata Sultan di Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Kamis.

Satu unit kendaraan Jeep Willys dengan nomor polisi H-8010-AB di rute jip lava tour Merapi terperosok ke dalam jurang sedalam empat meter pada Selasa 19 Juni lalu.

Menurut Sultan, SOP pelayanan wisata seharusnya sudah dipenuhi oleh Volcano Tour Merapi sejak awal beroperasi.

Jaminan terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan selaku konsumen, kata Sultan, seharusnya menjadi perhatian utama oleh manajemen wisata petualangan dengan jip di lereng Merapi tersebut.

"Jelas jaminan masyarakat konsumen tidak boleh (disepelekan). Alasan nyepelekke tidak bisa, itu pelayanan standar," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Sultan mengaku sepakat dengan keputusan Pemerintah Kabupaten Sleman yang menghentikan sementara operasional jip wisata "Volcano Tour Merapi" pascamusibah yang menewaskan satu wisatawan.

"Saya kira perlu diverifikasi lah, saya setuju untuk sementara dilihat kendaraannya memenuhi syarat atau tidak," kata dia.

Baca juga: Dispar Sleman sayangkan kecelakaan jip lava tour Merapi

Baca juga: Jip wisata Merapi wajib sediakan helm pengaman
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018