KBRI Pyongyang raih penghargaan pada festival bunga

KBRI Pyongyang raih penghargaan pada festival bunga

Ilustrasi - Lukisan di sebuah dinding menggambarkan mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il dan Kim Il-sung (kiri) di balai pameran Kimilsungia-Kimjongilia, dalam sebuah acara untuk memperingati 60 tahun ditandatanganinya gencatan senjata dalam Perang korea 1950-1953, di Pyongyang, Korea Utara, Jumat (26/7). (REUTERS/Jason Lee)

Jakarta (ANTARA News) - KBRI Pyongyang berhasil memperoleh Penghargaan Terbaik II untuk kategori stan peserta asing pada Festival Bunga Kimilsungia ke-20 yang diselenggarakan di Kimilsungia-Kimjongilia Exhibition House, Pyongyang, 12-19 April 2018.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Yang Hyong Sop, kepada Duta Besar RI, Bambang Hiendrasto, pada upacara penutupan festival, 19 April 2018, berdasarkan keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dubes Bambang dalam sambutannya pada upacara pembukaan festival, mengucapkan selamat kepada pemerintah Korea Utara dan Komite Kimilsungia-Kimjongilia selaku panitia penyelenggara atas terselenggaranya festival yang ke-20 ini.

Penghargaan ini merupakan yang keempat kali berturut-turut.

Selain itu, Dubes Bambang menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Korea Utara yang telah memberi kesempatan kepada KBRI Pyongyang untuk kembali berpartisipasi dalam festival ini.

Ketua Komite Kimilsungia-Kimjongilia, Kim Chang Do dalam sambutannya pada upacara penutupan festival antara lain menyatakan bahwa Kimilsungia merupakan khazanah dan kebanggaan yang akan selamanya ada di hati rakyat Korea.

Pada festival yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 106 tahun kelahiran Kim Il Sung tersebut, stan Indonesia dipenuhi lebih dari 200 tangkai bunga Kimilsungia (anggrek ungu), bunga Kimjongilia dan aneka bunga lain.

Ikon stan KBRI, yaitu foto Presiden Soekarno sewaktu menyerahkan bunga Kimilsungia kepada Presiden Kim Il Sung sebagai hadiah ulang tahun Pemimpin Besar Korea Utara tersebut di Kebun Raya Bogor pada 13 April 1965 dipajang di dinding dengan motif batik Kalimantan.

Selain itu, dua payung merah dan penjor mini khas Bali yang dipajang di sebelah kiri dan kanan foto kedua pemimpin besar tersebut serta lampu hias berwarna kuning di bawahnya menambah keunikan dan mempercantik tampilan stan KBRI.

Banyak pengunjung, baik warga Korea maupun ekspatriat dan wisatawan asing, singgah dan berfoto bersama atau berswafoto di depan stan KBRI.

Menurut keterangan panitia penyelenggara, festival tahun ini diikuti sekitar 80 peserta dari dalam dan luar negeri dan dikunjungi oleh lebih dari 220 ribu orang.

Lebih dari 24 ribu tangkai bunga Kimilsungia dipamerkan pada festival tahunan di Pyongyang ini.

Sebagaimana pada festival sebelumnya, penerima Penghargaan Terbaik I untuk kategori stan peserta asing tahun ini adalah asosiasi warga Korea Utara di Jepang (Chongryon).

Sekretaris II pada KBRI Pyongyang, Sukamto, mengatakan KBRI merupakan satu-satunya perwakilan asing yang diundang pada upacara pembukaan dan penutupan festival.

Ditambahkannya, kedutaan besar asing yang lain dan perwakilan organisasi internasional di Korea Utara mendapat undangan resmi untuk mengunjungi festival pada hari kedua dan dapat berkunjung kembali pada hari-hari berikutnya sebelum upacara penutupan.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, upacara pembukaan dan penutupan festival ini diliput oleh stasiun TV Korea Utara dan disiarkan dalam program berita utama pada petang harinya.

Selain festival di Pyongyang ini, pameran bunga Kimilsungia juga digelar di kota-kota lain di Korea Utara.

Inilah, lanjut Sukamto, yang membuat masyarakat di seluruh Korea Utara mengenal dengan baik Kimilsungia, Soekarno, dan Indonesia.
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018