Kabur saat sabung ayam digrebek, warga tewas terseret banjir

Kabur saat sabung ayam digrebek, warga tewas terseret banjir

Ilustrasi - Sejumlah anggota SAR menyusuri sungai menggunakan perahu karet saat mencari korban hanyut terbawa banjir di Sungai Sono, Tegalrejo, Magelang, Jateng, Jumat (3/3/2017). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Kupang (ANTARA News) - Sejumlah personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Minggu pagi sekitar Pkl 07.15 WITA, mengevakuasi jenazah seorang warga bernama Ardi (29) yang tewas terseret banjir sungai di Desa Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

"Korban diketahui terseret banjir pada Sabtu malam sekitar Pukul 21.30 WITA dan berhasil ditemukan dan dievakuasi personel kami tadi pagi," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang Abram Benyamin Kolimon di Kupang, Minggu, membenarkan adanya evakuasi warga yang tewas terseret banjir itu.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat adanya penggerebekan sabung ayam di Desa Tarus oleh aparat kepolisian setempat pada Sabtu (13/1) malam.

Dalam penggerebekan itu, lanjutnya, dua orang pelaku salah satunya Ardi lari menghindar menuju ke arah kali yang ada di sekitar lokasi kejadian yang sedang banjir.

"Mereka ada dua orang yang mau melanggar di kali, namun dicurigai korban Ardi ini tidak terlihat temannya akibat terseret banjir di kali tersebut," kata Benyamin, menjelaskan.

Ia mengatakan, para warga di sekitar lokasi kejadian sempat melakukan pencarian sebelum dilaporkan ke Kantor SAR Kota Kupang sekitar pukul 23.00 WITA.

Benyamin mengatakan, instansinya langusung menerjunkan sekitar delapan anggota ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR dan berhasil menemukan korban pada Minggu pagi.

Ardi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah terseret banjir sekitar 50 meter dari lokasi dia menyeberang.

"Setelah personel kami melakukan evakuasi, jenazah sudah dibawa ke rumah dukanya," ucapnya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018