Panglima TNI: Pembebasan sandera di Papua cermin profesional

Panglima TNI: Pembebasan sandera di Papua cermin profesional

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta (ANTARA News) - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan, pembebasan sandera warga sipil di Papua beberapa waktu lalu tanpa adanya jatuh korban mencerminkan bahwa peran seorang komandan dalam mengambil langkah-langkah terukur, tegas dan profesional.

"Dengan perencanaan, pengorganisasian yang sangat teliti dan menggunakan psikologi media massa serta gerakan pasukan yang senyap, dalam waktu singkat dapat menyelesaikan tugas dan menyelamatkan para sandera," katanya di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) tersebut mengatakan hal itu saat memimpin upacara serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI dari Mayjen TNI Hartomo kepada Mayjen TNI Ilyas Alamsyah.

Slain itu, diserahterimakan pula jabatan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dari Mayjen TNI Wuryanto kepada Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah, dan Kepala Pusat  Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI dari Brigjen TNI Dedi Kusmayadi kepada Kolonel Inf Sapriadi.

Gatot Nurmantyo mengatakan, dalam melaksanakan tugas negara, seorang pemimpin atau komandan harus mempunyai strategi yang matang agar tugas tersebut bisa berhasil secara baik.

"Perlu diketahui bahwa keberhasilan tugas dalam setiap operasi adalah milik prajurit atau anak buah, sedangkan kegagalan dalam tugas menjadi tanggung jawab pemimpin atau komandannya," ujar mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Brawijaya tersebut menegaskan bahwa seorang pemimpin juga harus mampu mempengaruhi dan mengajak anak buahnya dalam mencapai keberhasilan tugas pokok.

Hal itu, menurut dia, bisa terjadi manakala ada kesamaan visi, menyatunya hati dan pikiran di antara pemimpin dengan yang dipimpin.

"Para perwira tinggi, hendaknya dapat mempraktikkan dan mewujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan kerja dan jadilah pemimpin yang disegani sekaligus dicintai," harapnya.

Ia juga sangat mengapresisasi dan bangga atas keberhasilan pembebasan sandera di Papua yang dilaksanakan oleh 63 Prajurit TNI untuk membantu personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pembebasan Sandera di Papua diberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (Satgas KPLB) satu tingkat lebih tinggi, namun lima orang perwira yang tergabung dalam satgas tersebut menyampaikan kepada Kasad bahwa keberhasilan ini adalah milik prajuritnya, kalau kegagalan tanggung jawab perwiranya.

"Saya sangat bangga dan terharu masih ada perwira-perwira yang mempunyai jati diri dan prinsip bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan tugas adalah keberhasilan anak buah, tapi bila gagal adalah tanggung jawabnya sebagai komandan," demikian Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017