BP2MI ajak masyarakat Sulteng manfaatkan peluang kerja di luar negeri

BP2MI ajak masyarakat Sulteng manfaatkan peluang kerja di luar negeri

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani. ANTARA/Kristina Natalia.

Kota Palu (ANTARA) - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengajak masyarakat Sulawesi Tengah agar memanfaatkan peluang kerja di luar negeri di masa pandemi COVID-19.

“Saat ini banyak masyarakat yang menganggur karena pandemi COVID-19 ini, nah pemerintah memfasilitasi agar masyarakat bisa bekerja di luar negeri dan mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja,” kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, di Palu, Jumat (21/1) malam.

Ia mengatakan peluang kerja di luar negeri terbuka besar dan tidak membatasi jumlah masyarakat yang akan mendaftar sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

“Tidak ada kuota untuk setiap daerah, bahkan saya mengatakan kepada pemda agar tidak tanyakan kuota, justru kami yang tanya berapa kemampuan pemda untuk menempatkan tenaga kerja,” katanya.

Ia mengatakan untuk lima tahun ke depan, terhitung sejak 2019 hingga 2024, Jepang membutuhkan kurang lebih 70 ribu pekerja. Saat ini BP2MI baru bisa menempatkan sekitar empat ribu PMI.

“Peluang ini harus ditangkap pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan, apalagi pengangguran meningkat di masa pandemi COVID-19,” katanya.

Baca juga: Polda Kepri ungkap pengiriman PMI ilegal melalui pulau-pulau penyangga

Selain Jepang, beberapa negara lain juga telah membuka peluang kerja untuk warga Indonesia. Selain mendapatkan upah yang layak, PMI yang berada di luar negeri akan dijamin keselamatannya oleh negara.

“Yang berbahaya kalau ada sindikat dan menempatkan PMI tidak sesuai. Makanya kami sosialisasikan peluang kerja luar negeri ini yang sesuai prosedur,” katanya.

Benny menambahkan PMI yang bekerja di luar negeri bukan anak di bawah umur dan sudah berusia 18 sampai dengan 45 tahun dengan pendidikan SMA atau Sarjana Strata 1. Sebelum diberangkatkan ke luar negeri, para PMI akan mendapat pelatihan untuk mendapatkan kompetensi dan keahlian berbahasa asing.

“Kuncinya sabar dan serius untuk mengikuti pelatihan. Ada beberapa negara yang memang kita harapkan tidak menjadi tujuan PMI karena masalah gaji, makanya harus sesuai prosedur agar penempatan negara juga tidak salah,” katanya.

Peluang kerja di luar negeri ini diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat di Sulawesi Tengah dan didukung oleh pemerintah kota dan kabupaten.

“Kami sudah sosialisasi dan bekerja sama dengan pemerintah provinsi. Harap kami pemerintah ambil petan untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran di daerahnya,” demikian Benny.

Baca juga: BP2MI Lampung pastikan PMI pulang bebas dari COVID-19
Baca juga: Lima perawat NTB perkuat kemampuan bahasa sebelum ke Jerman
Pewarta : Kristina Natalia
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2022