Penelitian Israel sebut vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif lawan Omicron

Penelitian Israel sebut vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif lawan Omicron

Para pejalan kaki melintas di depan sebuah lokasi vaksinasi COVID-19 di kawasan Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (19/11/2021). Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) AS pada hari yang sama mengizinkan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech dan Moderna untuk semua orang dewasa. (Xinhua/Michael Nagle)

Jakarta (ANTARA) - Hasil awal dari sebuah penelitian di Israel menunjukkan rendahnya efikasi dosis keempat vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna terhadap varian Omicron, demikian disampaikan rumah sakit terbesar di Israel dalam sebuah pernyataan pada Senin (17/1).

Dalam penelitian yang diluncurkan pada akhir Desember 2021 tersebut, 270 staf Pusat Medis Sheba menerima dosis keempat vaksin Pfizer atau Moderna.

Data imunisasi dan serologi mereka kemudian dibandingkan dengan lebih dari 5.700 pekerja rumah sakit yang tidak menerima suntikan keempat.
 
 Tenaga kesehatan menyiapkan satu dosis vaksin COVID-19 Pfizer dalam program vaksinasi untuk anak-anak berusia 12-17 tahun di Sekolah Menengah Atas Durbar di Kathmandu, Nepal, pada 12 Januari 2022. (Xinhua/Sulav Shrestha)


"Ternyata vaksin tersebut, yang sangat efektif melawan varian-varian terdahulu, kurang efektif melawan Omicron," kata pemimpin penelitian itu, Gili Regev-Yochay, yang juga menjabat sebagai kepala unit pencegahan dan pengendalian infeksi di Sheba.

"Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat antibodi, tetapi tingkat perlindungan ini hanya efektif sebagian terhadap Omicron, yang relatif resisten terhadap vaksin," ujar dia.

Hingga saat ini, lebih dari 537.000 orang di Israel telah divaksinasi dengan suntikan boosterkeempat, mayoritas berusia 60 tahun ke atas.
 
Pewarta : Xinhua
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2022